Content: / /

Petani Bojonegoro Bisa Jual Jagung dan Kacang Tanah ke PT Garuda Food

Bisnis

31 Oktober 2017
Petani Bojonegoro Bisa Jual Jagung dan Kacang Tanah ke PT Garuda Food

Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin beserta manajemen PT Garuda Food, Perum Perhutani, dan Pemerintah

Liramedia.co.id, BOJONEGORO - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin menghadiri penandatanganan MoU (memorandum of understanding) antara MUI dengan Perum Perhutani, serta MoU antara MUI dengan PT Garuda Food Putra Putri Jaya.

Hal tersebut sebagai tindaklanjut Kongres Ekonomi Umat yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI dalam melaksanakan program Redistribusi Aset, Kemitraan Usaha, dan Vocational.

Dalam rangka mendukung program tersebut, MUI Pusat, Perum Perhutani, PT Garuda Food, LMDH, dan Kelompok Tani melakukan tanam raya perdana kacang tanah dan jagung guna mewujudkan arus baru ekonomi Indonesia di Desa Dander, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, pada Selasa (31/10/18). 

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro, Drs. Basuki, M.Pdi dalam sambutannya menyampaikan lahan hutan di Bojonegoro  tidak hanya ditanami pohon jati saja, tetapi bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman lain, seperti jagung dan kacang tanah. 

Diharapkan dengan kerjasama yang dibuat tersebut, petani bisa menjaga dan memenuhi kualitas yang ditetapkan oleh mitra, sehingga bisa menguntungkan kedua belah pihak.

"Selamat kepada para petani, semoga kerjasama ini bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat Bojonegoro," ujarnya. 

Sedangkan anggota DPR RI, Kuswiyanto mengatakan bahwa selama ini kendala yang dialami para petani adalah penjualan produknya. Dengan adanya kerjasama dengan mitra tersebut, ia berharap petani tidak lagi bingung dalam penjualan komoditi jagung.

"Nantinya mitra akan mematok harga minimal Rp3.800/kg, dan harga tersebut nantinya tetap menyesuaikan harga pasar," ujar pria yang duduk di Komisi VIII DPR RI tersebut.

Kepala Perhutani Regional Jawa Timur, Ir Sangudi Muhammad mengatakan bahwa amanah Pemerintah pada Perum Perhutani, yakni bagaimana Perhutani bisa membantu meningkatkan perekonomian Indonesia melalui 4 komoditi, yakni padi, jagung, tebu, dan pengadaan daging. 

"Oleh karena itu kami, kedepannya akan komunikasikan dengan baik, dan kami akan menindaklanjuti apa yang akan dilaksanakan hari ini," ujar Ir. Sangudi Muhammad.

Di tempat dan kesempatan yang sama, Ketua Umum MUI, Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya karena diadakan kegiatan tanam perdana ini dalam rangka arus baru ekonomi Indonesia.

Arus baru yaitu pembagunan ekonomi dengan pemberdayaan ekonomi umat, karena 90% dari bangsa ini adalah umat. Jika umat kuat maka bangsa ini akan menjadi kuat. 

"Ada 2 program yang dikemukakan oleh Presiden RI, yakni redistribusi aset dan kemitraan. Oleh karena itu diharapkan program ini bisa mengatasi kesenjangan," pungkasnya.

Kepala Staf Kepresidenan RI, Drs Teten Masduki dalam sambutannya menyampaikan ada 3 hal yang dilakukan untuk mengatasi kemiskinan dan kesenjangan di Indonesia.

Pertama memberi akses lahan, kedua memberi akses pada permodalan, dan yang ketiga membangun sumber daya manusia dengan vokasi. Dengan adanya kemitraan tersebut diharapkan bisa menyelesaikan kesenjangan.

"Dimana masyarakat mendapat lahan, industri mendapat bahan baku, dan masyarakat mendapat lapangan pekerjaan. Diharapkan para petani menyambut dengan baik kemitraan ini, sehingga nanti tidak bingung dalam menjual hasil pertaniannya." Imbuhnya. (SP)

 

Tinggalkan Komentar