Polda Jambi Tanggapi Video Saling Pukul Antar Polisi Saat Demo

Polda Jambi Tanggapi  Video Saling Pukul Antar Polisi Saat Demo

Seorang mahasiswa ditangkap saat demo di Jambi

Liramedia.co.id, JAMBI - Sebuah video saling pukul antara aparat kepolisian viral, pada aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja (Omnibus Law), Selasa (20/10/2020) kemarin. Dalam video tersebut, tampak tiga orang petugas berpakaian bebas mengamankan satu orang mahasiswa, dengan mengenakan almamather warna hijau.

Saat ketiga petugas sedang menggiring pengunjuk rasa tersebut, tampak seorang aparat kepolisian lainnya, yang menggunakan seragam lengkap turut memukul orang yang diamankan tersebut.

Dalam video yang berdurasi 49 detik tetsebut, tampak petugas yang menggiring pemuda tersebut spontan marah, hingga keributan sesama anggota kepolisian sempat terjadi.

Informasi yang sempat beredar, kemarahan petugas berpakaian bebas tersebut pecah, lantaran pengunjuk rasa yang diamankan tersebut mengaku sebagai anggota kepolisian.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi memberi keterangan, terkait video yang telah viral tersebut.

Dia mengungkapkan bahwa, video itu benar mengamankan mahasiswa bukan aparat.

"Ya, itu yang diamankan mahasiswa salah satu kampus di Jambi yang melakukan anarkis dan melawan saat diamankan, " kata Kuswahyudi, Rabu (21/10/2020) pagi.

Namun, lanjutnya, keributan tersebut terjadi, lantaran petugas dengan berpakaian bebas tersebut sedang melindungi mahasiswa tersebut, menjadi sasaran pemukulan anggota lainnya.

"Petugas itu melindungi mahasiswa tersebut diamuk massa, terjadi salah pukul yang mana aparat yang terkena pukulan," paparnya.

Dia menjelaskan, untuk mahasiswa sendiri telah diamankan di Mapolda Jambi. (*)

 

Image
APVOCATION East Java to  Supports  Surabaya University to Create One Million IT Preneurs

APVOCATION East Java to Supports Surabaya University to Create One Million IT Preneurs

Mr Jamhadi in the IT Preneur seminar said that there are contraction in economics growth for almost all economic sectors due to the Covid-19 pandemic.