Content: / /

Polda Jatim Gelar Silaturahmi Harkamtibmas

Hukum

09 September 2017
Polda Jatim Gelar Silaturahmi Harkamtibmas

Kapolda Jatim bersama lintas tokoh dari Jawa Timur

SURABAYA - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur bersilaturahmi bersama sejumlah ulama dan tokoh masyarakat di Jawa Timur. Silaturahmi itu dalam rangka Harkamtibmas, yang berlangsung di gedung Rupatama Tribrata, Mapolda Jatim.

Silaturahmi membahas tentang perkembangan situasi dan kondisi Harkamtibmas untuk menangkal semua tentang paham radikalisme, agar selalu menjaga stabilitas Harkamtibmas dan selalu tercipta situasi yang aman dan kondusif.

Gelar acara tersebut dipimpin langsung Kapolda Jatim, Irjen Pol Drs Machfud Arifin didampingi Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Awan Samodra, beserta para pejabat utama Polda Jawa Timur.

Hadir pula Kakanwil Jatim, Ketua MUI, PBNU, Ketua Pimpinan Muhammadiyah Jatim, Tokoh masyarakat, Ketua Forum Kerukunan Beragama, Sekjen Umat Islam Bersatu, dan Pendeta juga Biksu.

Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Machfud Arifin mengatakan, acara ini akan intens berkelanjutan dan terjadwal dua bulan sekali bergantung situasi dan kondisi.

"Keamanan yang ada di Jawa Timur baik nasional maupun internasional terkait dengan isu Rohingya yang ada di Myanmar, berharap kepedulian masyarakat terhadap sesama muslim terdzolimi, kita bertindak untuk tidak kontra produktif," paparnya.

"Saya terima kasih kepada Ketua MUI Jawa Timur yang akan memberikan pernyataan sikap dan akan dikirim ke Jakarta tujuan ke Presiden," tegas Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin.

Kyai Somad selaku Ketua PBNU Jatim dalam sambutannya mengatakan ,"Myanmar atau Burma merupakan negara ASEAN yang berbatasan dengan China, Bangladesh, Laos, Thailand dan Samudera Hindia."

"Di Burma ada kota Arakan yang merupakan suku Rohingya. Kasus Rohingya seperti pengusiran dan pembantaian terhadap suku tersebut agar cepat diselesaikan tidak menular ke Indonesia. Kami mendukung program Pemerintah dalam meningkatkan keamanan dan perdamaian dunia," pungkasnya.

Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Timur, Ismail menambahkan, menjaga keamanan negara merupakan kewajiban bersama. Kunci mutlak dari keamanan ini adalah keadilan, karena keadilan merupakan nurani manusia yang menjadi jaminan untuk mewujudkan kedamaian dan keamanan.

"Salah satu Ponpes besar di Jatim seperti Ponpes di Pasuruan, santrinya banyak dari negara ASEAN sejumlah 7500 an. Berbicara tentang Jawa Timur merupakan global titik pusat perkembangan Indonesia yang mempengaruhi dunia. Masyarakat di Jawa Timur hendaknya saling berkhuznudzon menjaga persatuan dan kesatuan antar umat beragama," katanya.

Melalui silaturahmi ini, para ulama dan tokoh masyarakat dapat membantu kinerja kepolisian dalam menjaga ketertiban di masyarakat secara menyeluruh di wilayah Jawa Timur. (Kristina)

Tinggalkan Komentar