Content: / /

Presiden LIRA Minta Polda Sumut Beri Kepastian Soal Kelanjutan Kasus Hukum Jusuf Rizal

Hukum

26 Oktober 2017
Presiden LIRA Minta Polda Sumut Beri Kepastian Soal Kelanjutan Kasus Hukum Jusuf Rizal

Jusuf Rizal (kedua dari kiri) dan Ollies Datau (keempat dari kiri) sebelhlum Munas LIRA ke-2 pada tahun 2015 silam

Liramedia.co.id, JAKARTA - Pihak Presiden LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) periode 2015-2020, Ollies Datau berharap Kepolisian Sumatera Utara (Sumut) segera memberikan kepastian terhadap kelanjutan hukum setelah Jusuf Rizal dijadikan tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik.

“Saya harap pihak Kepolisian Sumut, dalam hal ini Bapak Kapolda Sumut, dapat menjadikan hukum sebagai panglima di wilayah hukum Polda Sumut,” kata Pengacara Ollies Datau, Riski Darmawan Napitupulu dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Rabu (25/10/2017).

Ollies melalui Riski Darmawan Napitupulu mengungkapkan, pihaknya pada 26 April 2016 lalu telah melaporkan Jusuf Rizal ke Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri dengan nomor LP/343/III/2016/Bareskrim. Namun hingga kini laporannya tidak ada kejelasan sejauh mana penanganannya.

Di Sumut, ia juga melaporkan Jusuf Rizal karena klaim sepihak bahwa yang bersangkutan masih menjabat sebagai Presiden LIRA.

Bukan hanya itu, Jusuf Rizal juga menyatakan bahwa Ollies Datau bukan lagi sebagai Presiden LIRA. Padahal, dalam Musyawarah Nasional (Munas) LSM LIRA ke-II di Jakarta pada September 2015 lalu, Jusuf Rizal menyaksikan sekaligus menyerahkan pataka organisasi kepada dirinya yang terpilih secara aklamasi sebagai Presiden DPP LIRA Periode 2015-2020.

Pernyataan Jusuf Rizal yang disampaikan di Medan dan diunggah di media sosial itu kemudian menjadi viral. Hal itu membuat publik beranggapan bahwa Ollies Datau sudah bukan lagi Presiden LIRA. Tak terima dan merasa dirugikan, lalu Ollies Datau melaporkan Jusuf Rizal ke Polda Sumut.

“Karenanya, kita melaporkan saudara Jusuf Rizal dengan delik hukum sebagaimana dimaksud UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik),” terang Ollis Datau.

Riski menambahkan, laporan kliennya langsung ditangani Polda Sumut dengan melakukan penyelidikan dan penyidikan.

“Untuk dan atas nama hukum serta terciptanya keadilan, kepastian dan bermanfaat sesuai dengan cita-cita hukum itu, tidak ada alasan Polda Sumut untuk membiarkan perkara ini terkatung-katung,” tegas Riski.

“Saya meminta kepada Bapak Kapolda Sumut, guna terciptanya kepastian hukum tersangka dalam tindak pidana ITE (Jusuf Rizal), segera dilakukan penangkapan dan penahanan,” sambungnya. 

Untuk diketahui, Jusuf Rizal tidak terima atas penetapan dirinya sebagai tersangka di Polda Sumut. Untuk itu, Jusuf Rizal melakukan pra peradilan Polda Sumut ke pengadilan, tetapi ditolak dan dimenangkan oleh Polda Sumut.

Menurutnya, para pelaku atau tersangka yang melanggar UU ITE banyak yang ditahan. Contohnya Jonru Ginting, pemilik blogger di medsos. "Namun kenapa JR (Jusuf Rizal, red) tidak ditahan, dan ini membingungkan publik, khususnya Ollies Datau sebagai korban, mungkinkah ada orang atau backing di belakang JR," ujarnya heran.

Demi tegaknya hukum, Ollies Datau meminta Polri khususnya Polda Sumut untuk segera melakukan penahanan terhadap Jusuf Rizal, apalagi Jusuf Rizal sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Dan Jusuf Rizal juga sudah melakukan upaya hukum dengan melakukan pra peradilan terhadap Polda Sumut ke pengadilan, dan lalu bagaimana dengan hak saya sebagai pelapor dan yang sangat dirugikan dengan perbuatan tersangka," demikian ungkap Olis Datau. (did)

Tinggalkan Komentar