Content: / /

PT Mukti Abadi Sentosa, Antara Dugaan Kantor Fiktif dan Penggelapan

Fokus

31 Oktober 2017
PT Mukti Abadi Sentosa, Antara Dugaan Kantor Fiktif dan Penggelapan

Alamat PT Mukti Abadi Sentosa yang tertera di steelindonesia.com

Liramedia.co.id, SURABAYA – PT Mukti Abadi Sentosa menjadi perbincangan hangat di Tenggarong, Kalimantan Timur. Selain diduga menggelapkan uang PT Raden Katong untuk purchase order (PO) pembelian besi, perusahaan yang berdiri berdasarkan akte dari Notaris Herawati, SH, ini juga terbelit kasus alamat kantor fiktif.

PT Raden Katong ialah salah satu perusahaan yang berdomisili di Tenggarong, Provinsi Kalimantan Timur. Perusahaan itu bermaksud membeli besi di Surabaya, melalui Yosef Eko P.

Sebagai bukti keseriusannya, maka PT Raden Katong mentransfer uang PO sebanyak 2 kali ke rekening bank jatim Cabang Utama Surabaya atas nama PT Mukti Abadi Sentosa dengan total sebesar Rp 231.400.000.

Transfer itu dilakukan pada 24 November 2016 dan tanggal 28 November 2016 dengan nomor rekening penerima 0011257381 atas nama PT. Mukti Abadi Sentosa di bank jatim Cabang Utama Surabaya.

“Kami transfer itu berdasarkan kesepakatan dengan Bapak Yosef Eko P, yang mengaku marketing dari PT Mukti Abadi Sentosa . Dia yang menawarkan kami besi, setelah sepakat lalu dibuat PO dan dilakukan pembayaran. Sampai sekarang sejak ditransfer, barang tidak dikirim. Uangnya pun tidak dikembalikan. Bapak saat dihubungu seoalah lepas tangan terhadap tanggungjawabnya,” kata Syaiful Anwar, selaku kuasa dari PT Raden Katong.

PO pembelian yang dimaksud Syaiful Anwar yaitu PO nomor 122/PT-RK/TGR/XI/2016 tanggal 23 November 2016 sebesar Rp.126.400.000. Rinciannya, jenis barang UNP 100 x 48 mm sebanyak 400 batang dengan harga satuan Rp 300.000, dan totalnya Rp 120.000.000. Jenis barang berikutnya UNP 80 x 3,7 mm sebanyak 40 batang dengan harga satuan Rp 160.000. Totalnya Rp 6.400.000. Jika ditotal harga seluruhnya sebesar Rp 126.400.000.

Kedua, PO nomor 123/PT-RK/TGR/XI/2016 tanggal 23 November 2016 sebesar Rp.105.000.000. Rinciannya, jenis barang UNP 100 x 4,8 mm dengan volume sebanyak 350 batang. Harga satuannya Rp 300 ribu. Jadi totalnya Rp 105.000.000.

Syaiful mengingatkan, agar siapapun yang bekerjasama dengan PT Mukti Abadi Sentosa untuk lebih hati-hati, terutama terkait dengan keuangan. Saran tersebut disampaikan supaya kejadian yang dialami PT Raden Katong tidak terulang lagi terhadap perusahaan atau perorangan yang bekerjasama dengan PT Mukti Abadi Sentosa.

Menurut Syaiful, jika PT Mukti Abadi Sentosa merupakan perusahaan yang memiliki kinerja baik, maka sepatutnya uang PO dari PT Raden Katong dikembalikan. “Dari data yang kami miliki, PT Mukti Abadi Sentosa ini sudah banyak ikut pelelangan di proyek pemerintah atau swasta. Di sisi lain, dia tidak memenuhi hak PT Raden Katong terhadap order besi atau jika tidak bisa mengirim, uang PO bisa dikembalikan ke kami (PT Raden Katong),” tegas Syaiful.

Dari data yang dihimpun LIRA Media, PT Mukti Abadi Sentosa didirikan pada tahun 2014 berdasarkan akte notaris Herawati, SH. Alamatnya, dikutip dari steelindonesia.com berada di Jl.Kalijudan 3 No. 10, Kel. Kalijudan, Kec.Mulyorejo, Kota Surabaya.

Perusaan ini seringkali ikut tender proyek pemerintah, antara lain tender proyek Pelaksanaan Jalan Nasional Metropolitan I Surabaya, Jl Raya Galis No 1, Simpang Emapat Dasok, Kabupaten Pamekasa, yang diadakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Lalu, PT Mukti Abadi Sentosa juga ikut pelelangan proyek Pemerintah di Bojonegoro, Surabaya, Sidoarjo, Pemprov Jatim, Kota Semarang, Gresik, Sumenap, dan lain-lain.

Namun, saat ditelusuri wartawan LIRA Media, alamat PT Mukti Abadi Sentosa di Jl.Kalijudan 3 No. 10, Surabaya, tampaknya fiktif. Tempat di alamat tersebut merupakan rumah kos, dan tidak ada papan nama atau tanda bahwa alamat tersebut merupakan kantor PT Mukti Abadi Sentosa.

Seorang laki-laki di rumah tersebut yang mengaku bernama Sumiran menegaskan, bahwa rumah yang berlamat di Jl Kalijudan 3/10 Surabaya, bukan kantor PT Mukti Abadi Sentosa. Dia heran, saat wartawan LIRA Media menunjukkkan bukti-bukti bahwa rumah tersebut dijadikan domisili oleh PT Mukti Abadi Sentosa.

“Ini bukan kantor PT Mukti (Abadi Sentosa). Ini tempat kos,” jelas Sumiran.

( Baca juga http://liramedia.co.id/read/hati-hati-kerjasama-dengan-pt-mukti-abadi-sentosa )

Dikonfirmasi melalui short message service (SMS) dan telpon terkait temuan LIRA Media atas dugaan kantor fiktif dan dugaan penggelapan uang PO dari PT Raden Katong, manajemen PT Mukti Abadi Sentosa melalui nomor ponsel 087716354618, tidak satupun meresponnya. Bahwa, permintaan LIRA Media terkait dimana lokasi kantornya, juga tidak ada jawaban.

Bahkan, surat permohonan konfirmasi yang dikirim LIRA Media ke direksi PT Mukti Abadi Sentosa juga tidak ada balasan. Surat tersebut dikirim ke alamat direksi PT Mukti Abadi Sentosa, masing-masing ke Qurrota Ayuni, wanita kelahiran 23 Maret 1980, dengan alamat di Jl Manukan Mukti Blok 11-H/13 Surabaya.

Surat kedua dikirim ke direksi PT Mukti Abadi Sentosa lainnya, yaitu Siti Aminah, wanita kelahiran 20 April 1949, dengan alamat Kapasari Pendukuhan 10/20, Surabaya. Kedua surat permohonan itu disampaikan pada 2 Oktober 2017.

Demikian pula dengan Roy Wijaya, yang disebut sebagai salah satu direkturnya. Dihubungi melalui nomor ponselnya 08133219332, 0878523188, kedua nomor itu non aktif.

Hanya saja, Yosef Eko saat dihubungi melalui aplikasi whatsapp di nomornya 0851064488xx menyatakan bahwa alamat PT Mukti Abadi Sentosa bukanlah di Jl.Kalijudan 3 No. 10 Surabaya, melainkan di Jl Manukan Mukti Blok 11-H/13 Surabaya.

“Itu (di Jl Kalijudan 3/10) bukan kantornya, tapi di Manukan (Jl Manukan Mukti Blok 11-H/13 Surabaya),” terang Yosef.

Dan ternyata, saat LIRA Media mendatangi alamat yang disampaikan Yosef, lagi-lagi alamat tersebut bukanlah kantor PT Mukti Abadi Sentosa. Syaiful pun seakan hilang kesabaran, dan segera melakukan upaya lain demi hak uang PO milik PT Raden Katong dikembalikan oleh PT Mukti Abadi Sentosa. (Did)

Tinggalkan Komentar