Content: / /

Puluhan Korban Dugaan Penipuan Tanah Kavling Tunjuk Pengacara Laporkan Pengembang

Hukum

12 Januari 2020
Puluhan Korban Dugaan Penipuan Tanah Kavling Tunjuk Pengacara Laporkan Pengembang

Para korban dugaan penipuan tanah kavling di Desa Bangsri, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.

Liramedia.co.id, Surabaya - Sebanyak 59 pembeli tanah kavling merasa tertipu. Tanah kavling tersebut berada di Desa Bangsri, Kecamatan Sukodo, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Karenanya, mereka menunjuk Syahid and Partners bersama Agus Syahid Mabruri SH, yang beralamat di Intiland Tower Suites, Level 3 Jalan Panglima Sudirman, Surabaya, untuk menangani perkaranya.

Adapun pengembang yang dilaporkan ialah PT. Kejora Alam Asri (KAA) Surabaya, PT. Kejora Sejahtera Bersama (KSB), dan PT. Ganesha Jaya Abadi (GJA). Total kerugian ditaksir senilai Rp 8 miliar. 

Penasihat Hukum korban, Agus Syahid Mabruri S.H mengatakan, pihaknya mendapat amanah dari para korban yang menamakan dirinya adalah pembeli kavling tanah di Desa Bangsri, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.

"Mereka adalah user-user yang merasa oleh PT Kejora Alam Asri dan PT Ganesha Jaya Abadi yang mana mereka semua membeli kavling tanah yang kisaran harga Rp 70 juta sampai Rp 80 juta per kavling," tuturnya, Minggu (12/01/2020).

Masih kata Agus, para korban sudah dibayar lunas tapi ternyata tidak merealisasikan tanahnya dan tidak memberikan hak-haknya kepada pembeli.

"Setelah kita telusuri ternyata tanah-tanah yang ada di daerah Bangsri itu masih belum realisasi di sana. Dari permasalahan ini, kami selaku kuasa hukumnya sudah melakukan upaya-upaya, diantaranya adalah upaya pelaporan pidana penipuan dan penggelapan di Polres Sidoarjo. Tapi ternyata hingga saat masih belum maksimal penanganan perkaranya," ungkapnya.

Lanjut Agus, pihaknya tidak hanya melaporkan perkara itu, tapi juga melakukan gugatan melalui Pengadilan Negeri Sidoarjo.

"Hari ini para korban pemberi kuasa dari penjualan tanah kavling di daerah Bangsri ini menuntut hak-haknya. Intinya hari ini adalah menyemangati konsolidasi untuk mereka. Sebenarnya mereka mengajak untuk datang ke Polres Sidoarjo. Kami masih mempercayai proses penegakan hukum pidana di Polres Sidoarjo.  Alhamdulillah, para user menyadari bahwa kita serahkan ke proses hukum. Harapan mereka semua proses ini bisa berjalan maksimal dan memberikan keadilan bagi mereka," pungkasnya.

Ada 130 orang korban. Tapi yang ditangani Syahid and Partners sejumlah 59 orang dan setiap orang ada yang mengambil 2 kavling.

"Mereka diberi tanda terima dan ada yang diberi perjanjian jual beli, termasuk juga diberi tanda kuitansi pembayaran lunas. Semua dibawah tangan. Dengan sepengetahuan notaris dibulan Agustus tahun 2019," ujarnya.

Salah satu korban, Tri menjelaskan,  dirinya membeli tanah kavling di tahun 2017 dan dijanjikan akan dilakukan pengerukan di tahun 2018. Ternyata hal itu tidak terjadi seperti yang dijanjikan.

"Akhirnya kita membentuk paguyuban koordinator. Kami terus meminta hak kembali. Dimohon kepolisian mengusut tuntas kasus ini," ungkapnya. (gus)

Tinggalkan Komentar