Content: / /

Puskesmas Dukuh Kupang Surabaya Tolak Berikan Surat Rujukan pada Pasien BPJS Kesehatan

Pendidikan

23 Maret 2019
Puskesmas Dukuh Kupang Surabaya Tolak Berikan Surat Rujukan pada Pasien BPJS Kesehatan

Kartu BPJS Kesehatan milik Isnaini.

LiraMedia.co.id, SURABAYA - Ikhsan Yasin merasa jengah terhadap layanan Puskesmas Dukuh Kupang Surabaya. Saat minta rujukan supaya beban biaya perawatan adiknya, Isnaini Fadilah, di rumah sakit tidak terlalu besar saat ingin menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan, dia mendapat penolakan dari petugas Puskesmas Dukuh Kupang Surabaya.

Akhirnya, dia menanggung segala biaya rumah sakit tanpa menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan. Padahal, adiknya atas nama Isnaini Fadilah telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Kekecewaan Ikhsan Yasin terhadap Puskesmas Dukuh Kupang sudah tak terbendung lagi.

Dia menyampaikan kritik tertulisnya dengan judul "BURUKNYA PELAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS DUKUH KUPANG".

"Surat kritik terbuka berdasarkan pengalaman pribadi. Disini saya ingin berbagi sekaligus memberikan kritik kepada dinas terkait agar membenahi pelayanan Puskesmas Dukuh Kupang," ujar warga Dukuh Pakis, gang 6, Kota Surabaya ini.

Dari kronologinya, Ikhsan Yasin mengutarakan kejadian itu bermula pada Minggu (16/3/2019). Adiknya (Isnaini Fadhilah) demam tinggi. Sebelumnya sudah dibawa ke dokter Wahyu di Puskesmas Dukuh Kupang, dan diberikan arahan jika pada Senin tidak dingin dan pulih segera bawa ke lab atau rumah sakit (RS) terdekat untuk dilakukan perawatan lebih lanjut.

Surat keterangan RS Rumkitmar

Keesokan harinya pada Senin (17/03/2019), adiknya dibawa ke RS Rumkitmar Ewa Panglima (Rs Marinir Gunungsari). Disana, Isnaini diberikan pelayanan yang ramah dan dilakukan tes lab. Hasilnya positif HBD dan hepatitis akut. Lalu dilakukan rawat inap.

"Suster memberikan saran minta rujukan dari Puskesmas untuk meringankan biaya dan mudah klaim BPJS PBI," ujar Ikhsan.

Pada Selasa (18/03/2019), Ikhsan minta rujukan ke Puskesmas Dukuh Kupang di Jalan Raya Dukuh Kupang 25 Surabaya, berbekal surat keterangan dari RS Rumkitmar dan identitas pasien. Namun jawaban tidak mengenakan datang dari dokter yang bertugas.

"Katanya tidak dapat memberikan rujukan ke RS yang dituju dan minta tes lab lengkap serta diagnosa dokter lengkap. Saya sampaikan pengetahuan awal, saya tidak mungkin dikasih hasil diagnosa dokter lengkap, kan itu dokumen RS Rumkitmar. Lagian disini kan sudah ada keterangan lengkapnya. Silahkan hubungi RS saja jika kurang puas akan data tersebut," terang Ikhsan.

Lagi lagi, lanjut Ikhsan, Puskesmas Dukuh Kupang menolak langsung untuk menghubungi RS Rumkitmar dan dia diminta balik (pulang).

"Saya sampaikan ke pihak RS Rumkitmar. Dan benar dokumen yang diminta tidak dapat diberikan. Lalu suster tanya, Puskesmas mana mas. Saya jawab Puskesmas Dukuh Kupang. Saya heran, suster pun menjawab pantes, Puskesmas tersebut terkenal rewel, berbelit dan kurang memberikan pelayanan," kata Ikhsan.

Pada Kamis (21/03/2019) sore, Ikhsan mengatakan jika adiknya diizinkan pulang dari RS Rumkitmar, tapi harus kontrol kembali pada Senin 25 Maret 2019, dengan saran minta rujukan dari RS dan istirahat total. Administrasi dibantu RS Rumkitmar untuk klaim ke BPJS PBI.

Pada Jumat (22/03/2019), Ikhsan kembali ke Puskesmas Dukuh Kupang meminta rujukan untuk kontrol adiknya pada Senin. Setelah 2 jam menunggu baru dipanggil.

Dari situ, Ikhsan mengatakan, saat minta rujukan sebagai syarat kontrol ke RS Rumkital, Ikhsan malah ditanya adiknya yang sedang sakit diminta datang ke Puskesmas. Padahal saat itu dia membawa surat keterangan dokter.

Kata Ikhsan sambil menirukan kata dokter Puskesmas Dukuh Kupang, "Gini, mas tidak bisa kita kasih kontrol ke RS karena ketentuan BPJS untuk DBD, kontrolnya ke Puskesmas. Adiknya bawa sini saja".

Mendapat permintaan itu, Ikhsan menolak dengan alasan sudah ada tes lab-nya. Tapi dokter Puskesmas Dukuh Kupang Surabaya bersikukuh untuk dilakukan pemeriksaan di Puskesmas.

"Mas tenang kita cek dulu saja," ujar Ikhsan, menirukan kata-kata dokter Puskesmas Dukuh Kupang.

"Terus saya jawab, hepatitisnya bisa juga mbak, kan permintaannya lengkap. Sakitnya kan tidak DBD saja, ada hepatitis juga apa bisa. Kan dari RS suruh kontrol ke RS karena rekam medisnya lengkap dan bisa tes lengkap sesuai catatan dokter yang sebelumnya," kata Ikhsan.

Dokter Puskesmas tetap menolak memberikan rujukan. Dokter itu bilang, "Iya kita bisa cek kesehatannya dulu. Nanti DBD-nya kita cek. Soalnya tidak semua sakit ditangani BPJS dan tidak semua bisa langsung ke RS. Kita tidak bisa memberikan rujukan. Chek up atau kontrolnya disini saja."

Kembali Ikshan kecewa dengan sikap dokter Puskesmas Dukuh Kupang.

"Berkali kali saya tegaskan dan tanya, bagaimana soal lab hepatitisnya. Tidak ada jawaban memuaskan, yang ada di cek aja dan ada lab buat DBD-nya. Lalu saya tegaskan lagi, ini dapat rujukan atau tidak? Dokter menjawab tidak mas. Cek kesehatan disini saja," kata Ikhsan kecewa.

"Dengan jengkel saya bilang, gitu aja kok ribet. Wong ya gak bisa tes lengkap bilang disini saja. Sakitnya dua tapi yang difokuskan kok DBD-nya aja. Terus hepatitisnya gimana gak direspon. Ya sudah kalau tidak dapat rujukan. Saya mandiri. Tapi registrasi saya tidak mau di klaim ke BPJS, tidak ada layanan apa-apa yang diterima, minta bayaran. Saran saya untuk dinas terkait seperti Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan BPJS, apa iya pelayanan Puskesmas demikian? Tolong diperbaiki pelayanannya. Terutama Puskesmas Dukuh Kupang," kata Ikhsan dengan nada sangat kecewa. (did)

Tinggalkan Komentar