Content: / /

Reskrim Polsek Trowulan Tangkap 2 Warga Trowulan

Hukum

11 September 2017
Reskrim Polsek Trowulan Tangkap 2 Warga Trowulan

Dua tersangka pengedar pil koplo di Polsek Trowulan Mojokerto

Liramedia.co.id, MOJOKERTO - Peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Mojokerto sangat masif. Satu pengedar ditangkap, muncul pengedar lainnya.

Terbaru, Anggota Reskrim Polsek Trowulan meringkus 2 pelaku pengedar pil koplo jenis double L di wilayahnya. Kedua tersangka yakni, Rokim alias Sukri alias Takrip (42) dan Ahmmad Affandi alias Acong (31) warga Dusun Pakem Kulon, Desa Panggih, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Keduanya saat ini masih menjalani pemeriksaan secara intensif dan mendekam di sel tahanan Mapolsek setempat. 

Penangkapan terhadap kedua tersangka tersebut dilakukan petugas di dua tempat dan waktu yang berbeda, setelah petugas mendapatkan informasi dari warga jika di lingkungan di Dusun/Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan sering digunakan sebagai transaksi pil koplo.

Selanjutnya petugas melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan seorang pemuda sekitar pukul 19.00 WIB yakni, M. Riski Alfandi dengan mengamankan barang bukti sebanyak 10 butir pil koplo jenis double L.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pemuda tersebut mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari tersangka Rokim alias Sukri.

Selanjutnya tersangka Sukri ditangkap di sekitar rumahnya sekitar pukul 21.00 WIB sekaligus barang buktinya yakni, 1 buah Handphone merk Hammer dan uang tunai Rp 210 ribu. Uang itu diduga sisa dari transaksi. 

Tersangka Sukri di depan petugas mengaku mendapatkan pasokan barang haram tersebut dari tersangka Ahmmad Effendi. Tak ingin buruannya melarikan diri, akhirnya petugas meringkus tersangka Ahmad Effendi saat berada di rumahnnya.

Disana, petugas menyita barang bukti pil koplo jenis double L siap edar sebanyak 760 butir, 1 unit hand phone merk Smartfrend dan uang tunai Rp 20 ribu. 

Kasubag Humas Polres Mojokerto, Kompol Sutarto dikonfirmasi terkait penangkapan terhadap tersangka pengedar pil koplo double L tersebut mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih mengembangkan pemeriksaan terhadap kedua tersangka untuk bisa mengungkap jaringan pemasok yang diatasnya.

"Kedua tersangka dijerat pasal 197 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," pungkasnya. (Wisnu J)

Tinggalkan Komentar