Saung Angklung Udjo Buka Donasi Demi Eksistensi Kesenian Angklung

Saung Angklung Udjo Buka Donasi Demi Eksistensi Kesenian Angklung

Kru Saung Angklung Udjo saat pentas sebelum pandemi covid-19

Liramedia.co.id - Dampak dari pandemi covid-19 dan diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang kini berubah menjadi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dirasakan betul oleh seniman, khususnya yang berada di bawah Yayasan Saung Angklung Udjo.

Saung Angklung Udjo bernasib kurang baik akibat pandemi covid-19, dan terancam tutup permanen. Hal ini dikarenakan selama masa pandemi covid-19, tidak ada kegiatan untuk pentas.

Untuk bisa bertahan, maka Saung Angklung Udjo membuka donasi di kitabisacom. Donasi dibuka sejak 17 Mei 2020, dengan judul "Solidaritas Galang Dana Pelaku Seni Angklung Udjo".

Sampai Selasa (26/1/2021) pukul 07.00 WIB, donasi yang terkumpul sebanyak Rp 42.378.180 dari 853 donatur. Donasi itu akan ditutup kurang 5 hari lagi.

Dikutip dari laman kitabisacom, Yayasan Saung Angklung Udjo menyebutkan bahwa inisiatif membuat Gerakan Solidaritas penggalangan dana diperuntukan bagi para pelaku seni tradisional angklung, pengrajin angklung dan kru operasional binaan Saung Angklung Udjo Foundation yang terdampak secara langsung oleh pandemik Covid19. 

Pada kesempatan ini pula para pelaku seni angklung Udjo akan berupaya membuat berbagai penampilan karya seni ditengah keterbatasan yang ada.

"Kami tergerak menggalang dana karena kini masyarakat dunia dihadapkan pada situasi yang sangat sulit dan pelik ditengah gempuran penyebaran virus Covid-19 berdampak hebat akibat dari pendemik tersebut, terkhusus dunia pariwisata dan pegiat seni budaya Indonesia. Kini hampir dipastikan tidak ada ruang untuk mereka berekspresi menampilkan khasanah seni budayanya secara langsung melalui seni pertunjukan," demikian tulis Yayasan Saung Angklung Udjo di lama kitabisacom.

Tentunya kondisi ini pun sangat berpengaruh terhadap para pelaku seni dan budaya tradisional itu sendiri, bahkan keberlangsungan hidup mereka pun kini dipertaruhkan, sangat miris memang.

"Begitu pula hal tersebut terjadi pada kami, para pelaku Seni Angklung, Pengrajin Angklung dan seluruh kru yang tergabung dalam Keluarga Besar Saung Angklung Udjo merasakan dampak yang luar biasa. Ratusan turis yang setiap harinya datang kini tak lagi hadir. Aktifitas keseharian kami dalam mempertontokan seni pertunjukan tradisional terhenti total, 437 siswa didik binaan kami, 16 kelompok pengrajin angklung dan seluruh kru operasional Saung Angklung Udjo biasa beraktifitas keseharian bersama kami, kini tidak lagi berkegiatan sehingga mereka kehilangan mata pencahariannya."

"Disaat ketidakpastian ini, kami Saung Angklung Udjo (SAU) Foundation memilih untuk bergerak, bertahan sekuat tenaga dan berlari memecah keheningan, bercipta dalam sebuah Karya," lanjut Yayasan Saung Angklung Udjo melalui keterangannya.

Donasi yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk bantuan kebutuhan pangan dan BLT bagi pelaku seni tradisional angklung, pengrajin angklung dan kru operasional binaan Saung Angklung Udjo Foundation yang terdampak secara langsung oleh pandemik Covid19 sejumlah 603 orang.

Donasi akan disalurkan dalam bentuk Kebutuhan Pangan/Sembako & BLT.

"Jika ada pertanyaan mengenai penggalangan dana ini, teman-teman bisa menghubungi Yayasan Saung Angklung Udjo di nomor handphone 0821-8282-1200. Terimakasih atas doa dan dukungan anda adalah obor penyemangat kami dalam upaya pelestarian seni budaya bangsa. Semoga Tuhan membalas semua kebaikan teman-teman #OrangBaik." (gus)

Image
Karena Sebab Ini, Oknum Pengacara Terancam Dipidanakan Kepala SMPN 1 Babat

Karena Sebab Ini, Oknum Pengacara Terancam Dipidanakan Kepala SMPN 1 Babat

Seorang oknum pengacara berinisial SE di Kecamatan Tuban, Kabupaten Lamongan, terancam dipidakan oleh Kepala SMPN 1 Babat