Sempat Berhenti, Galian C di Desa Tanjungan Mojokerto Mulai Buka Lagi

Sempat Berhenti, Galian C di Desa Tanjungan Mojokerto Mulai Buka Lagi

Dump truk sedang antri untuk diisi material galian c di Desa Tanjungan, Kec. Kemlagi, Kab. Mojokerto

Liramedia.co.id, Mojokerto - Galian C di Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi, Kota Mojokerto,Provinsi Jawa Timur, yang sempat terhenti beberapa waktu kini mulai ada aktivitas lagi.

Lalu lalang dump truk dengan volume material tanah 8 kubik tampak di sekitar lokasi tambang non mineral yang diduga ilegal ini. Padahal, di lokasi galian c diduga ilegal tersebut sempat diadukan oleh perwakilan aktivis Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) DPW Jawa Timur ke Polresta Mojokerto pada Selasa, 1 September 2020.

Setelah itu, usaha galian c yang disebut milik S ini berhenti aktivitas.

"Sekarang sudah ada aktivitas lagi. Harusnya dari Polresta Mojokerto bertindak tegas karena ada aduan. Kami juga heran, aduan yang disampaikan pihak LIRA Jatim itu nomor LP-nya berapa, biar kami sebagai warga sekitar tambang ditembusi supaya ikut memantau aktivitas galian c yang bisa merusak lingkungan ini," ujar Arta, warga Desa Tanjungan.

Lokasi galian c itu berada tidak jauh dari Balai Desa Tanjungan. Dari Balai Desa Tanjungan berjarak kurang lebih 5 km. Disana ada akses jalan yang dibuat khusus oleh pelaku usaha galian c sepanjang 2 km untuk perlintasan dump truk pengangkut material galian c.

Saat wartawan Lira Media meninjau lokasi galian c tersebut pada Rabu pagi, 23 September 2020, tampak alat excavator sedang mengeruk material tanah bercampur batu dan dimuat ke dump truk yang ada.

Di lokasi itu, beberapa dump truk juga ikut antrian. Di dekat galian c, terdapat sejumlah orang yang punya peran masing-masing. Seorang terlihat bertugas mencatat, dan beberapa orang lagi mengatur jalannya lalu lintas. (*)

Reporter : Basuki

Image
Gubernur Jatim Dukung Program Sejuta IT Preneur

Gubernur Jatim Dukung Program Sejuta IT Preneur

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendukung penuh rencana kerjasama antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Jawa Timur dengan Maspion IT.