Content: / /

Sudah Ada Banyak Tersangka, Kini Bareskrim Polri Mendalami Peran Bupati Sidoarjo

Hukum

22 Maret 2019
Sudah Ada Banyak Tersangka, Kini Bareskrim Polri Mendalami Peran Bupati Sidoarjo

Bupati Sidoarjo, Saiful Illah (foto : google).

LiraMedia.co.id, SIDOARJO - Bisa jadi, Bupati Sidoarjo, Saiful Illah tidak bisa tidur nyenyak. Bagaimana tidak, dia tersangkut kasus yang menjadikan Henry Jocosity Gunawan alias Cen Liang bersama 5 orang lainnya sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri.

Kini, peran Bupati sekaligus menjabat sebagai Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini sedang didalami perannya oleh tim Subdit IV/Poldok Dit Tipidum Bareskrim Polri. Hal ini diketahui dari panggilan dari Bareskrim Polri perihal permintaan data dan keterangan yang ditujukan pada Bupati Sidoarjo.

Dari informasi yang didapat LiraMedia.co.id, Bupati Sidoarjo dipanggil Bareskrim Polri pada Senin, 4 Maret 2019, pukul 11.00 WIB. Namun, saat itu Bupati berhalangan hadir karena beralasan sedang kunjungan ke luar negeri. Baru pada pekan kemarin, Bupati Sidoarjo memenuhi panggilan Bareskrim Polri.

Pemanggilan ini berdasarkan Laporan Polisi nomor LP/B/1060/VIII/2018/Bareskrim tgl 29 Agustus 2018. Dalam kasus ini, Henry, dkk, jadi tersangka kasus dugaan tindak pidana pemalsuan surat dan atau pemalsuan dokumen dan atau sumpah palsu dan keterangan palsu dan atau penyerobotan tanah sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 KUHP dan atau pasal 264 KUHP dan atau pasal 266 KUHP dan atau pasal 385 KUHP dan atau pasal 55 KUHP dan atas pasal 56 KUHP yang diduga dilakukan oleh tersangka Henry Jocosity Gunawan, dkk.

"Pak Bupati (Sidoarjo) diperiksa kurang lebih selama 2 jam oleh Mabes Polri," kata sumber LiraMedia.co.id yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Selain Bupati Sidoarjo, diperiksa juga anak buah Bupati, yaitu Kepala Dinas Perijinan Sidoarjo terkait izin lokasi PT Benteng Tunggal, dan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang terkait dengan surat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang nomor 300/1758/404.5.3/2017 tanggal 12 September 2017 perihal teguran terhadap PT Gala Bumi Perkasa.

Dalam kasus ini, selain Henry Gunawan, ada 5 tersangka lain. Yakni Umi Calsum (notaris), Yuli Ekawati (notaris), D (notaris), Reny Susetyowardhani (putri H Iskandar selaku mantan Kepala Divisi Perumahan Puskopkar Jatim), dan F (notaris).

Tanah Puskopkar Jatim yang dijual Reny dan sekarang disita Mabes Polri

Kasus penyerobotan dan pemalsuan surat lahan milik Puskopkar Jatim bermula dari tanah seluas 20 hektar milik Puskopkar Jatim. Tanah itu dulunya masih atas nama Iskandar yang dikuasakan oleh Puskopkar dalam divisi perumahan.

Sesudah Iskandar meninggal, tanah itu dikuasai atau diakui oleh Reny Susetyowardhani anak dari Iskandar (Alm).

Seiring waktu, tanah itu kemudian dijual Reny dengan memalsukan sejumlah dokumen dan dibeli Cen Liang alias Henry Jocosity Gunawan dengan uang muka sekitar Rp 3,5 miliar.

Setelah memberi uang muka, Henry J Gunawan selanjutnya sudah berani membangun pergudangan di atas area seluas 20 hektar tersebut yang kemudian diperjualbelikan oleh Henry G Gunawan.

Sebelumnya pihak penyidik sudah menetapkan Henry G Gunawan sebagai tersangka bersama tiga tersangka lainnya yaitu Notaris Umi Calsum, Reny Susetyowardhani dan D yang kini berkasnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo. (did)

Tinggalkan Komentar