Content: / /

Tips Menulis agar Jadi Lahan Bisnis

Profil

19 September 2017
Tips Menulis agar Jadi Lahan Bisnis

Dukut Imam Widodo

Liramedia.co.id, SURABAYA - Hilangkan anggapan bahwa menulis itu hanya sekadar hobi yang dilakukan di sela-sela waktu luang. Menulis bisa jadi ladang bisnis yang mendatangkan sumber pundi-pundi keuangan apabila ditekuni dengan baik. Demikian disampaikan Dukut Imam Widodo dalam bincang santai di kediamannya, pada Senin 18 September 2017.

Nama Dukut Imam Widodo sudah tidak asing lagi dalam dunia literasi khususnya di Kota Surabaya. Berbagai macam judul buku dihasilkan, diantaranya Hikajat Soerabaja Tempoe Doeloe, Ngawi Tempoe Doeloe, Monggo Dipun Badhog, Pidato Tengah Malam, hingga Dunia Milik Penabur.

Di usianya yang sudah tak muda lagi ini, banyak harapan yang ingin dicapai Dukut utamanya mencetak generasi penulis yang ‘mbois’. Makanya, dia ingin mengubah stigma bahwa menulis itu bukan sekadar hobi, tapi bisa dijadikan sarana untuk mencari sandang pangan. “Menulis jadi bisnis, itu yang saya lakukan,” kata Dukut.

Ya, Dukut sering dipercaya untuk menulis beberapa buku pesanan, baik dari instansi pemerintahan maupun perusahaan. Dan patut dicontoh, dalam setahun ini, dia menggarap 5 buku sekaligus yang merupakan pesanan dari perusahaan dan instansi pemerintahan. Dari kelima buku itu, 3 diantaranya sudah terbit.

“Yang dua buku akan terbit dalam waktu dekat ini. Bagi penulis, yang penting harus disiplin. Misal untuk menyelesaikan satu buku, dia harus punya jadwal. Berapa bulan buku itu akan selesai. Kadangkala, disiplin itu yang menjadi kendala sebagian besar penulis. Biasanya ada yang menunggu datangnya inspirasi, wangsit, atau sebagainya. Bagi saya, saat di depan laptop, saat itulah harus berkarya,” papar Dukut.

Satu hal penting yang perlu diperhatikan penulis ialah membuat rancangan. Dukut memberi saran, sebelum menulis harus punya rancangan dan target pasar. Jiwa kewirausahaan dalam menulis itu harus dipupuk dulu agar nanti tidak menghasilkan karya yang tidak dibaca orang.

“Jangan sampai, setelah buku dicetak tidak ada yang beli dan bukunya tidak laku. Itu sekarang banyak sekali. Dengan punya rancangan dan target pasar, penulis itu akan punya gambaran siapa yang baca bukunya nanti,” ujarnya.

Dengan punya rancangan itu, kata Dukut, juga akan memudahkan penulis tersebut bekerjasama dengan pihak sponsor. Beberapa buku yang bisa digarap diantaranya ialah buku tentang riwayat pendirian perusahaan, biografi, dan pariwisata.

Dan hal yang perlu dilakukan lagi ialah penulis harus ”menjual diri”. Jika penulis semakin dikenal, maka semakin banyak pula pihak yang ingin bekerjasama.

”Sudut pandang bahwa penulis harus berpakaian kumuh, merokok, sikap itu hrus dihilangkan. Penulis harus rapi dan tidak harus seniman tapi jadi pebisnis. Juga, ketika menulis jangan takut salah. Pokoknya tulis saja, karena disitu ada editor,” saran Dukut.

Melibatkan penulis muda

Sampai saat ini, Dukut tidak menyangkal bahwa dalam beberapa buku karyanya merupakan hasil kerjasama dengan penulis-penulis muda. Layaknya sebuah industri, para penulis muda itu juga mendapatkan honor.

Namun, sikap profesionalisme juga diutamakan karena bisa mempengaruhi hasil dari karya tulis itu sendiri. Selain penulis muda, dalam satu buku dilibatkan pula fotografer, layouter, dan editor. Dalam satu tim itu, Dukut tidak asal tunjuk. Dia cukup selektif dalam memilih tim penulis.

“Mereka yang betul-betul qualified yang saya ajak gabung. Contohnya saat sekarang menulis tentang Tulungagung Tempoe Doeloe. Saya mengajak beberapa mahasiswa Tulungagung yang ada di Surabaya. Mereka nantinya yang akan menulis tentang kearifan lokal di daerah kelahirannya. Seperti tradisi nyadran, kesenian daerah, dan lain-lain,” katanya.

Di akhir perbincangan itu, Dukut berharap para penulis senior bisa membimbing penerusnya. “Sekarang ini banyak anak-anak muda yang muncul sebagai penulis. Tapi mereka tidak mengerti harus bagaimana. Itulah tanggungjawab senior untuk merangkul mereka. Yang jelas, saat ini saya telah melakukannya,” tutup Dukut. (jun/Did)

 

Tinggalkan Komentar