Walikota Nonaktif Cimahi Diduga Pakai Uang Suap untuk Beli Tanah, Diatasnamakan Anaknya

Walikota Nonaktif Cimahi Diduga Pakai Uang Suap untuk Beli Tanah, Diatasnamakan Anaknya

Ajay Muhammad Priatna

Liramedia.co.id - Penyidikan terhadap Walikota nonaktif Cimahi, Ajay Muhammad Priatna mendapatkan temuan baru. Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan adanya dugaan pembelian tanah oleh Priatna dengan menggunakan uang suap.

Uang suap itu didapat terkait perizinan pembangunan Rumah Sakit Umum Kasih Bunda. Adapun lokasi tanah yang dibeli berada di Dago Pakar, Bandung, Jawa Barat. 

KPK menjerat Walikota nonaktif Cimahi, Ajay Muhammad Priatna (AJM) dan Komisaris Rumah Sakit Umum Kasih Bunda Cimahi, Hutama Yonathan (HY) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan pembangunan RSU Kasih Bunda tahun anggaran 2018-2020.

Ajay Priatna diduga telah menerima suap sebesar Rp1,6 miliar dari total kesepakatan Rp3,2 miliar. Uang sebesar Rp1,6 miliar itu diterima Ajay Priatna dalam lima kali tahapan dari Hutama Yonathan.

Uang itu disinyalir berkaitan dengan pembangunan penambahan gedung RSU Kasih Bunda.

"Uang yang diduga diterima tersangka diduga digunakan untuk membeli aset berupa tanah di Dago Pakar atas nama anak tersangka AJM," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Jumat, 15 Januari 2021.

Penyidik telah menyita sejumlah uang yang diduga digunakan Ajay untuk beli tanah di Dago Pakar tersebut. Sejumlah uang itu disita penyidik KPK dari pihak developer Dago Pakar PT Bandung Pakar.

Ali menegaskan, salah satu pihak dari developer Dago Pakar PT Bandung Pakar pun telah mengembalikan uang yang berasal dari Ajay tersebut pada saat menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Selanjutnya, uang tersebut langsung dilakukan penyitaan.

"Pihak developer mengembalikan dana yang sudah disetor ke developer tersebut, dan kemudian dilakukan penyitaan," kata Ali. (viv)

Image
Karena Sebab Ini, Oknum Pengacara Terancam Dipidanakan Kepala SMPN 1 Babat

Karena Sebab Ini, Oknum Pengacara Terancam Dipidanakan Kepala SMPN 1 Babat

Seorang oknum pengacara berinisial SE di Kecamatan Tuban, Kabupaten Lamongan, terancam dipidakan oleh Kepala SMPN 1 Babat