Content: / /

Warga Desa Purwojati Tuntut TKD yang Diduga Dicaplok PT IMR Arc Steel Dikembalikan

Kades

08 Juli 2020
Warga Desa Purwojati Tuntut TKD yang Diduga Dicaplok PT IMR Arc Steel Dikembalikan

TKD Purwojati dan jalan desa yang sudah dimiliki PT IMR Arc Steel

Liramedia.co.id, MOJOKERTO - Ratusan warga Desa Purwojati, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, protes keras dan keberatan dengan tanah kas desa (TKD) yang diduga timbul sertifikat atas nama PT IMR Arc Steel. Mereka heran dan bertanya-tanya, bagaimana bisa TKD sudah jadi hak milik PT IMR Arc Steel padahal tidak ada proses jual beli.

Sudirman menunjukan surat sewa TKD antara warga dengan pihak PT IMR Arc Steel

Sudirman selaku koordinator warga Desa Purwojati menjelaskan, sebelum timbul sertifikat atas nama PT IMR Arc Steel, tanah seluas 8x40 meter itu statusnya Letter C, artinya milik desa.

Dia menduga, ada salah prosedur dalam pelepasan TKD itu. Bisa juga ada sejumlah oknum yang menjual TKD itu tanpa prosedur yang sesuai peraturan perundang-undangan.

"Kami terus memperjuangkan hak milik desa. Sebab, tanah itu bisa memberikan kesejahteraan bagi desa kami. Pemdes berkewajiban mengambil alih tanah yang semestinya milik desa," kata Sudirman.

Lokasi bidang TKD 

Dari pantauan, di atas tanah kas desa yang berada di Dusun Sukojati, Desa Purwojati, terdapat papan nama yang berisi tulisan bahwa tanah itu milik PT IMR Arc Steel. Sudirman mengatakan, tidak ada proses jual beli atau tukar guling (ruislag) terhadap TKD itu.

Dia bersama ratusan warga Desa Purwojati heran, kenapa TKD timbul sertifikat hak milik (SHM) atas nama PT IMR Arc Steel. Padahal, tanah itu hanya disewakan oleh warga.

"Aneh. Kok bisa diklaim milik PT IMR Arc Steel, dan muncul SHM. Saya bersama warga konfirmasi ke manajemen PT IMR Arc Steel dan ditemui kepala bagian HRD. Dari pengakuan manajemen PT IMR Arc Steel, ternyata benar bahwa TKD itu sudah dibeli dan disertifikatkan. Padahal warga cuma menyewakan, tapi pabrik berdalih membeli TKD itu. Pasti ada oknum yang menjual TKD itu,karena manajemen PT IMR Arc Steel mengakui jika membeli tanah itu ke oknum Lurah," jelas Sudirman.

Sudirman kembali menjelaskan, perjanjian sewa menyewa TKD dengan PT IMR Arc Steel ditandatangani oleh 26 kepala keluarga (KK) Desa Purwojati. Selama masa perjanjian, tidak ada proses jual beli atau ruislag. Namun baru diiketahui bahwa TKD itu sudah dimiliki PT IMR Arc Steel.

Atas aspirasi dan masukan masyarakat, Sudirman selaku Koordinator warga kemudian mengkaji dan meneliti kepemilikan TKD itu.

"Setelah kami kaji, ditemukan adanya indikasi tindakan yang merugikan keuangan negara dalam hal ini desa. Kami menduga, oknum Kepala Desa Purwojati saat itu dibantu Sampurno yang saat itu jadi Kepala Desa (Kades) Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, menjual TKD dan jalan desa ke PT IMR Arc Steel tanpa melalui mekanisme yang benar. Itu juga informasi yang kami dapat dari pimpinan PT IMR Arc Steel," kata Sudirman.

Lantaran ingin mengembalikan aset desa, Sudirman bersama ratusan warga selanjutnya mengadukan secara tertulis ke DPRD Mojokerto supaya dilakukan hearing bersama Pemdes Purwojati, pimpinan PT IMR Arc Steel, dan pihak-pihak terkait. Namun, sudah 2 bulan lebih tidak ada respon dari DPRD Kabupaten Mojokerto.

Sudirman pun tak patah semangat. Pihaknya akan melaporkan dugaan mal administrasi penjualan TKD itu ke Inspektorat, Kepolisian, DPRD Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur, Bupati Mojokerto, Kejaksaan, serta beberapa lembaga terkait.

"Jika tidak ada respon juga, kami akan demo menuntut hak desa dikembalikan. Tekad kami satu, menuntut penegakan hukum terhadap oknum yang menjual TKD itu. TKD itu bukan milik pribadi perangkat desa, tapi merupakan tanah milik negara yang diserahkan kepada perangkat desa untuk kepentingan desa," tegas Sudirman. (*)

Reporter: Arif Yulianto

Tinggalkan Komentar