Content: / /

Warga RT 13 Kelurahan Magersari Adukan Rumah Mereka Yang Rusak Akibat Proyek Pembangunan Apartemen Suncity Sidoarjo

Peristiwa

14 Maret 2019
Warga RT 13 Kelurahan Magersari Adukan Rumah Mereka Yang Rusak Akibat Proyek Pembangunan Apartemen Suncity Sidoarjo

Warga RT 13 RW 04 Kelurahan Magersari menyerahkan surat aduan ke DPRD Sidoarjo

LiraMedia.co.id, SIDOARJO - Kurang lebih 7 orang perwakilan warga RT 13 RW 04, Kelurahan Magersari, Kecamatan Kota Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, mendatangi DPRD Kabupaten Sidoarjo.

Kedatangan mereka untuk mengadukan kondisi rumah dan lingkungan yang rusak akibat dampak proyek pembangunan Suncity Apartement & Residence. Tidak ada anggota DPRD Sidoarjo yang ditemui. Kemudian, warga menyerahkan surat pengaduan secara tertulis supaya DPRD Sidoarjo memanggil pihak-pihak terkait untuk diadakan hearing.

Pihak-pihak terkait itu antara lain Dinas Perizinan Kabupaten Sidoarjo, Dinas Lingkungan Hidup Sidoarjo, Kelurahan Magersaro, hingga pihak Suncity. Rumah warga RT 13 mengalami keretakan temboknya, pondasinya terbelah, dan atapnya ada yang ambrol.

Lebih parah lagi, tanahnya mengalami pergeseran 5 cm sampai 10 cm. Hal itu menyebabkan sumber air tanah yang selama ini digunakan warga untuk cuci dan mandi bercampur kotoran, sehingga air tersebut keruh dan bau dan tak bisa dimanfaatkan lagi.

Dan lagi, saluran air (got) warga mengalami penyempitan. Jika hujan, bisa banjir. Parmu, Ketua RT 13, mengaku pihak pengembang dalam hal ini PT Indraco harus bertanggungjawab terhadap kerusakan dan kerugian yang dialami warganya.

Warga tidak ingin rumah mereka cuma ditambal sulam temboknya sebagaimana yang ditawarkan oleh pihak Suncity.

"Warga menuntut bangunan rumahnya yang rusak dibongkar dan dibangun baru, bukan temboknya ditambal sulam. Karena struktur bangunannya bergeser serta pondasinya putus," kata Parmu.

Selama 5 bulan ini, kata Parmu, kompensasi tiap bulan yang diberikan ke warga hanya sembako yang nilainya tidak lebih dari Rp.100 ribu. Sembako itu pun ada yang tidak diambil oleh warga.

"Kami tidak ingin sembako, tapi menuntut proyek dihentikan karena berdampak lebih parah terhadap kerusakan rumah. Warga was was saat tidur atau pun istirahat di rumahnya, tiba-tiba rumahnya roboh. Belum lagi warga yang punya anak kecil," ujar Parmu.

Soal izin amdal, warga kompak supaya Pemkab Sidoarjo meninjau ulang. Sebab, sejak awal warga tidak pernah memberikan persetujuan terhadap izin amdal. Warga juga heran, tandatangan mereka ada di form izin amdal.

"Tinjau ulang izin amdal. Karena awalnya, warga jual tanah itu kata pihak Suncity mau dibuat perluasan lahan parkir Giant Suncity. Tapi kok dibuat apartemen. Ini yang harus diselidiki oleh Pemkab Sidoarjo," ujar Parmu. (did)

Tinggalkan Komentar