3 Pria Mengaku Wartawan Ditangkap Karena Dugaan Pemerasan Terhadap Kepala Sekolah

3 Pria Mengaku Wartawan Ditangkap Karena Dugaan Pemerasan Terhadap Kepala Sekolah

Kapolres Bantul menunjukkan barang bukti dan tersangka dugaan pemerasan terhadap Kepala Sekolah

Liramedia.co.id - Sebanyak 3 orang pria dan mengaku sebagai wartawan media online diringkus Polres Bantul. Tiga pelaku saat ini mendekam di balik jeruji besi lantaran diduga memeras seorang kepala sekolah hingga puluhan juta rupiah. Ketiga pelaku berinisial PH (48 tahun), BSM (46 tahun) dan SPS (52 tahun).

Mereka meminta uang hingga Rp 51 juta lebih kepada warga Bambanglipuro dengan dalih tidak akan memberitakan kasus perselingkuhannya. Dari para tersangka, Polres Bantul mengamankan satu mobil, kartu pers, surat tugas, bukti transfer dan kalung emas yang dibeli dari uang hasil pemerasan sebagai barang bukti (BB).

Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono mengatakan, terungkapnya kasus ini setelah seorang kepala sekolah yang juga warga Bambanglipuro, melaporkan telah menjadi korban pemerasan oleh enam orang yang mengaku sebagai wartawan media online, pada 12 Januari 2021.  

Oknum wartawan tersebut meminta uang hingga Rp 51 juta karena mengetahui dirinya selingkuh. Dengan memberikan uang itu, harapannya tidak akan memberitakan perbuatannya.  

Petugas menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan penyelidikan. Di antaranya dengan meminta keterangan saksi dan mengumpulkan data pendukung lain yang berhubungan dengan kasus tersebut.

Dari informasi yang didapatkan berhasil mengetahui identitas dan keberadaan pelaku serta menangkap mereka.

“Dari enam orang, tiga orang berhasil ditangkap tiga lainnya lolos, sekarang masih dalam pengejaran,” kata Wachyu, Rabu (13/1/2021).

Dari hasil pemeriksaan, pemerasan itu berawal saat enam oknum wartawan tersebut membuntuti korban mulai dari kawasan Pantai Parangtritis sampai di rumahnya Bambanglipuro, pada 7 Januari 2021. Sesampainya di rumah, tiga orang masuk dan mengatakan jika mereka mengetahui tindakan perselingkuhannya.

Untuk itu, mereka meminta uang dan tidak akan memberitakan perselingkuhannya di media.

“Korban pun memberi uang tunai Rp1,9 juta,” ujarnya.

Pada 8 Januari 2021, para pelaku kembali menghubungi korban dan meminta uang lagi. Korban pun menyanggupi permintaan mereka dan mentransfer Rp30 juta. Selang sehari, mereka meminta dikirimi lagi sebesar Rp 20 juta dan dipenuhi korban. 

Kemudian, pada 12 Januari 2021, para pelaku meminta uang lagi Rp 55 juta.

“Karena tidak terima, korban akhirnya melaporkan hal tersebut ke Polres Bantul,” katanya.

Para pelaku dijerat pasal 368 KUHP tentang pemerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. Tersangka PH mengaku mendatangi warga Bambanglipura tersebut. Kedatangan mereka hanya untuk memberi nasehat.

"Sebagai Kepala Sekolah perbuatan yang telah dilakukan tidak pantas,” katanya. (inews)

Image
Asyik, Siswa Sekolah Bakal Dapat BLT Rp 2,4 Juta

Asyik, Siswa Sekolah Bakal Dapat BLT Rp 2,4 Juta

Siswa dan siswi sekolah, mulai dari pendidikan Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dapat bantuan langsung tunai (BLT).