4 Staf RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto Kena PHP Manajemen

4 Staf RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto Kena PHP Manajemen

Gedung RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo

Liramedia.co.id, Mojokerto - Empat staf Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto kena PHP alias pemberi harapan palsu oleh pihak manajemen rumah sakit. Sebab, hingga kini empat pegawai   yang dijanjikan akan dipindah ke bidang lain dari tahun yang 2019 lalu, namun masih tetap dalam status Security.

Padahal setiap harinya bertugas di bidang lain bukan bertugas sebagai Security. Kepala Bagian Umum RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, Kojin pekan lalu berjanji akan menyelesaikan masalah ini dengan koordinasi bersama Wadir Umum, Rina.

Nyatanya, sampai Selasa ini,13 Oktober 2020, janji itu tak terealisasi. Empat orang karyawan dari bagian keamanan (Security) RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo, yakni berinisial HD, S, WN, dan YD.

Mereka mengeluh dan meminta rumah sakit memastikan nasib mereka.

Permasalahan ini, menurut Ketua LSM GMAS Mojokerto Raya, Rudi Wahyudiana, yang biasa di panggil Gus-Ir, ada dua versi.

Pertama, kesalahan teknis, yaitu diduga manajemen mengeluarkan anggaran untuk ketiga orang itu tiap bulan, tetapi tidak diberikan haknya karena secara fakta mereka Security. Tetapi secara adminitrasi mereka karyawan BLUD yang kemungkinan ada anggaran untuk itu.

Kedua, diduga ada yang menghalang-halangi perpindahan mereka.

"Mungkin ada unsur lain. Sebenarnya sederhana saja, hanya ketegasan manajemen. Karena kebijakan ada di direktur. Karyawan hanya dijanjikan terus, sudah beberapa kali di panggil, tetapi kepastiannya tidak jelas," jelasnya.

Mereka berempat adalah YD dari Security yang rencana pindah bagian Bank Darah. S dari Security rencana pindah bagian Laundry. WD dari Security rencana dipindahkan ke Sopir Ambulan. HD dari Security rencana pindah bagian kamar jenasah.

"Mereka sudah lama membantu, bahkan sehari-harinya sudah ada yang bekerja di BLUD kamar jenasah, laundry, maupun bank darah. Namun tetap tetap di posisi sebelumnya. Sebenarnya mereka sudah pernah diperlihatkan SK penempatan, namun sampai detik ini belum ada putusan. Sebenarnya tinggal memutasi dari Bagian Umum ke BLUD, malah selalu gagal karena ada desakan pihak yang gak jelas. Padahal seharusnya itu adalah hak preogratif manajemen dalam hal ini Direktur RS atau Plt. Direktur RSUD. Kalau Direkturnya sudah pensiun," ujar Gus-ir.

"Bahkan ada yang menfitnah dan mencemarkan nama baik mereka berempat kalau pindah ke BLUD itu pakai uang pelicin. Ada dugaan, infonya lewat chat Whatsapp. Kita akan cari kebenarannya, bahkan bisa dilaporkan jalur hukum. Saya akan dampingi mereka berempat, akan kita cari oknum yang mempermainkan keempat karyawan tersebut. Dan akan kita bawa ke jalur hukum. Juga kita laporkan Walikota Mojokerto jika permasalahan ini berlarut-larut," tambah Gur-Ir.

Hingga saat ini, ketika wartawan ingin menemui Direktur RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo, Trias selalu menghindar. (*)

Image
Gubernur Jatim Dukung Program Sejuta IT Preneur

Gubernur Jatim Dukung Program Sejuta IT Preneur

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendukung penuh rencana kerjasama antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Jawa Timur dengan Maspion IT.