Abah Edi Sudah Punya Bisnis Travel Beromzet Puluhan Juta.

Abah Edi Sudah Punya Bisnis Travel Beromzet Puluhan Juta.

Mojokerto, liramedia.co.id. - Menyalurkan hobi berkeliling Indonesia ternyata bisa menjadi bisnis menggiurkan. Hal ini coba dilakukan oleh Edi asal Dawar blandong Mojokerto.

Dengan semangat dan kegigihannya membuka bisnis travel and tour, dengan nama Travel SAS. "Bisnis traveling Kita memiliki layanan kepada wisatawan untuk mengunjungi wisata-wisata di dalam negeri, dan memberikan prioritas utama kebutuhan wisatawan dan kepuasan konsumen," kata Edi saat ditemui Arifin awak madia Lira, dalam acara Silahturahmi dengan awak media.

Bisnis yang dimulai dengan awal kesederhanaan ini sukses menggaet para calon wisatawan yang ingin berkeliling Indonesia. Calon wisatawan cukup menghubungi marketing Travel Arifin di Call Center 082335669089.

Per bulan, Rata-rata Edi dapat menggaet 58 orang, dengan omzet puluhan juta rupiah. "Bisnis ini dimulai sudah agak lama Travel SAS sudah banyak pelanggan baik dalam dan luar kota dan banyak pelanggan dari Mojokerto, Lamongan, Gresik sekitar merasa puas, senang juga nyaman, mobil kebanyakan baru, ramah amanah para pengemudi. Tetapi konsepnya sudah lama. Kita fokus ke tempat-tempat destinasi lokal," kata Edi.

Untuk jenis wisata, para calon wisatawan dapat memilih beberapa menu yang ditawarkan, contohnya Escapist Experiences, yaitu wisata lebih kepada kegiatan outdoor. Lalu Entertainment Experience, yaitu lebih kepada wisata acara di daerah. Ada Educational Experience atau wisata pendidikan, misalnya mengenal sejarah sebuah tempat. Terakhir Natural Aesthetics, yaitu wisata yang lebih mengarahkan wisatawan yang ingin berfoto-foto.

"Dari keempat menu tersebut, kita selalu memiliki program social and environmental contribution, seperti bagi-bagi buku dan kegiatan melepas penyu," tambahnya.

Edi mengungkapkan, alasan khusus mengapa hanya menawarkan layanan wisata keliling Indonesia bukan keluar negeri.

Menurut Edi, pasar wisata dalam negeri justru jauh lebih besar, dan masih sedikit perusahaan yang mau menggarap. "Kenapa kita masuk ke bisnis tur lokal? Dari 100%, persentase perbandingan wisata keluar dan dalam negeri itu 30% : 70%. Dari 70% pun tidak semua permintaan terlayani. Kenapa kita harus main keluar ketika market share wisata di dalam masih luas," jelasnya.

Reporter. Arifin.

Image