Ada Program Vaksinasi Covid-19, Kalangan Pengusaha Jatim Yakin Ekonomi Surplus

Ada Program Vaksinasi Covid-19, Kalangan Pengusaha Jatim Yakin Ekonomi Surplus

Jamhadi (kiri) bersama Teo Sulaiman (kanan) di Double Tree Hotel Surabaya

Liramedia.co.id - Program vaksinasi covid-19 yang mulai diberlakukan di Jawa Timur pada Kamis kemarin (14/1/2021), disambut suka cita oleh kalangan pengusaha. Mereka yakin, ekonomi akan recovery pasca mengalami kontraksi akibat pandemi covid-19 sejak awal tahun 2020.

"Bersyukur karena di Indonesia khususnya di Jawa Timur sudah dimulai program vaksinasi covid-19, disambut dengan ekonomi yang mulai membaik. Pasar saham catatkan kinerja positif dalam 2 terakhir ini. Pada Kamis kemarin, IHSG menguat ke level 6.400. Sehari sebelumnya menguat 0,20% ke 6.395," kata Dr Ir Jamhadi, MBA, selaku Ketua Aliansi Pendidikan Vokasional Seluruh Indonesia (APVOKASI) Jawa Timur yang juga pengusaha di sektor konstruksi, perhotelan, properti, dan sejumlah usaha lainnya, di bawah naungan Tata Bumi Raya Group.

Sambutan positif lainnya ditunjukkan terhadap kurs rupiah. Perdagangan pada Kamis (14/1/2021), rupiah naik tipis 1 poin menjadi Rp14.059 per dolar AS. Hari ini, Jumat (15/1/2021), kurs rupiah menguat tipis 14.050 per dollar AS.

Menurut Jamhadi, Penanaman Modal Asing (PMA) juga bisa melanjutkan usahanya di Indonesia termasuk di Jawa Timur setelah beberapa bulan terdampak pandemi covid-19. Kabar baiknya lagi, lanjut Jamhadi, dunia internasional menganggap ekonomi Indonesia akan bisa tumbuh 4,5% di tahun 2021 ini.

"Semester pertama 2021 ini, prediksi saya, ekonomi Indonesia bisa tumbuh 1,5%. Sampai akhir tahun bisa surplus 3% sampai 4,5%. Kami yakin, pertumbuhan ekonomi Jatim lebih baik dari nasional," jelas Jamhadi di sela perbincangannya bersama Teo Sulaiman selaku Owner Double Tree Hotel Surabaya, di Hotel Double Tree yang rencananya akan launching pada 27 Januari 2021.

"Ini ada sinyal lagi, Hyundai Asia Pasifik segera relokasi pabriknya dari Malaysia ke Indonesia. Kemungkinan sebelum akhir tahun sudah bisa beroperasi," ujar Jamhadi.

Untuk diketahui, International Monetary Found (IMF) memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh 4,8% di tahun 2021, dan 6% pada tahun 2022. Proyeksi tersebut ditopang oleh dukungan kebijakan yang kuat, termasuk rencana distribusi vaksin Covid-19 serta membaiknya kondisi ekonomi dan keuangan global.

Lain halnya dengan Bank Dunia, yang memprediksikan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,4% di 2021. Proyeksi Bank Dunia ini tercatat dalam Global Economic Prospect edisi Januari 2021. Selain Jamhadi, optimisme juga ditunjukkan Bank Indonesia (BI).

Menurut Bank Indonesia, perekonomian Indonesia di tahun 2021 akan kembali ke zona positif, bahkan melesat hingga berada di kisaran 4,8% hingga 5,8%.

Ketahanan perekonomian di tahun ini ditopang oleh membaiknya sejumlah komponen pembentuk produk domestik bruto (PDB), yaitu perbaikan kinerja ekspor didukung dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi global. (*)

Image
Karena Sebab Ini, Oknum Pengacara Terancam Dipidanakan Kepala SMPN 1 Babat

Karena Sebab Ini, Oknum Pengacara Terancam Dipidanakan Kepala SMPN 1 Babat

Seorang oknum pengacara berinisial SE di Kecamatan Tuban, Kabupaten Lamongan, terancam dipidakan oleh Kepala SMPN 1 Babat