Berawal dari Akun Ojol Disuspend, Kini Sylvia Sukses Berbagi

Berawal dari Akun Ojol Disuspend, Kini Sylvia Sukses Berbagi

Sylvia Avent Azwar saat antar nasi padang

Liramedia.co.id, PADANG - Sylvia Avent Azwar kalang kabut, akun [ojek online] (4392268 "") yang biasa digunakannya untuk mengais rezeki terkena suspend. Imbasnya dia dan suaminya tak bisa lagi mencari uang untuk kebutuhan hidup, apalagi ada 7 orang anak yang perlu dinafkahi.

Di tengah kusutnya pikiran, ia melirik tabung gas 12 kilogram yang tergeletak di sudut dapur. Tanpa pikir panjang dia langsung menjualnya ke pedagang kaki lima.

Nahasnya tabung gas tersebut hanya dihargai Rp110 ribu saja. Lama dirinya bermenung menatap lembaran uang yang tidak seberapa itu, berpikir keras mencari peluang usaha dengan modal yang sangat minim.

Terlintas dipikirannya untuk menjual nasi Padang Rp 5 ribu saja per kotak. Tak perlu menunggu, ia dan suami langsung merealisasikan idenya tersebut dengan berbelanja bahan masak seadanya dari hasil menjual tabung gas.

"Kala itu bahan-bahan serba mahal, saya hanya berbelanja seadanya saja," ujar Sylvia.

Tekadnya untuk menjual nasi Padang Rp5 ribu semakin bulat, bahkan di hari pertama Sylvia berjualan ia mendapatkan untung Rp75 ribu. Sebuah nilai yang cukup bagus menurut Sylvia, untuk menambah modal usahanya.

Hari demi hari dijalani Sylvia penuh semangat untuk menjalani usaha nasi kotaknya. nasi kotaknya dijual dengan harga yang sangat murah, karena dirinya tidak memikirkan omzet.

"Yang penting bisa melanjutkan hidup dan memnuhi kebutuhan di tengah Pandemi Covid-19 ini. Paling tidak anak-anak kami bisa menikmati makanan lezat dari sisa jualan setiap harinya," ucap perempuan 38 tahun itu.

Ia dan suami setiap hari menjajalkan nasi Padang Rp5 ribu di setiap tongkrongan ojol Kota Padang. Sylvia sedari awal memang menargetkan pedagang kecil dan Ojol yang juga mengalami kesulitan mencari rejeki semenjak pandemi Covid-19.

Nasi padang Rp 5000 yang dijual Sylvia

Usaha nasi Padang Rp5 ribu yang dijajalkan Sylvia dan suami berbuah manis, nasi kotaknya diminati banyak pembeli hingga kebanjiran orderan. Setelah sekian lama menjalani usaha, hatinya terketuk untuk berbagi ke sesama, membantu orang-orang yang kesulitan ekonomi akibat Pandemi Covid-19.

Suaminya selalu mendukung niat baiknya untuk melakukan aksi Jumat Barokah, membagikan nasi kotak kepada orang-orang yang tidak mampu termasuk kepada rekan-rekan mantan seprofesinya.

Meski hidup secara pas-pasan, tidak mengurangi niat Sylvia Avent Azwar dan keluarga untuk berbagi antar sesama di tengah wabah virus Covid-19 di Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar).

Perempuan 38 tahun ini membagikan nasi kotak kepada pemulung, pengamen, pengemis dan warga kurang mampu lainnya sebagai bentuk rasa syukurnya karena berhasil melewati masa sulit.

Awalnya kegiatan berbagi itu hanya diselenggarakan setiap hari Jumat, seiring meningkatnya rejeki pasangan suami istri itu kegiatan berbagipun meningkat menjadi 3 hari pada akhir pekan, yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Kini aksi sosial Sylvia dan suami lebih dikenal dengan 'Nasi Peduli Covid-19'. Pasangan dermawan ini berbagi nasi kotak hingga ke panti jompo, panti asuhan, dan pemukiman kurang mampu lainnya di Kota Padang.

Meski harganya Rp 5000, bukan berarti nasi padang yang dijual ala kadarnya. Menurut Sylvia, nasi padang itu bukan cuma diber yang tidak ada rasanya, bukan juga cuma kuah dan sayur, bukan juga ikan yang kemarin atau ayam yang sudah tidak fresh.

“Kalau pun orderannya banyak, saya selalu masak pagi bukan masak malam dan beras yang saya kasihpun beras solok boleh dicek sendiri. Cuma beda diporsi dan diukuran kalo ditanya untung. Saya juga bingung karena kalau secara hitung-hitungan manusia mungkin tidak ketemu, tapi kalau hitungan Allah, InsyaAllah ketemu. Jika sudah bisa kita makan dan anak-anak makan, itu sudah untung. Bukannya yang kita cari utama itu untuk makan,” kata Sylvia. (*)

Source : liputan6

 

Image
Zenius Meluncurkan 'Zenius untuk Guru'

Zenius Meluncurkan 'Zenius untuk Guru'

Zenius mengumumkan peluncuran “Zenius untuk Guru” (ZuG), sebuah Sistem Manajemen Pembelajaran gratis yang dibuat oleh guru, untuk guru