Berawal dari Bahagiakan Istri, Pria Asal Blitar Jadi Bos Interior

Berawal dari Bahagiakan Istri, Pria Asal Blitar Jadi Bos Interior

Pembuatan hiasan dinding. (Foto : detik)

Liramedia.co.id, BLITAR - Andik Widodo tak menyangka niat untuk membahagiakan istrinya bisa membawanya ke tangga kesuksesan di bisnis interior. Pria di Blitar ini bisa meraup untung hiasan untuk mempercantik interior rumah.

Pria yang tinggal di Jalan Majapahit Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kabupaten Kediri ini lihai membuat model pola yang tak ketinggalan zaman. Dari papan jenis medium density fiber (MDF), pola yang sudah dirancang diaplikasikan di atas papan MDF.

Kemudian papan dipotong sesuai pola, dengan finishing touch cat pastel bernuansa girly. Jadi deh beragam hiasan dinding yang menarik dan mempercantik tampilan ruangan.

Andik sejak kecil suka bermain dekorasi rumah dan mendekor panggung menggunakan styrofoam. Kemampuannya itu dikembangkan di media MDF dan kayu. Dengan modal awal Rp 300 ribu, karya pertamanya untuk membahagiakan sang istri kemudian dipotret.

"Itu sekitar tahun 2015. Fotonya saya posting di akun medsos saya. Ternyata banyak yang tertarik lalu pesan ingin dibuatkan juga. Nah dari situ, pesanan terus mengalir sampai sekarang," papar pria berusia 31 tahun ini.

Selain hiasan dinding, ada yang pesan tempat tisue, tempat botol air mineral, tempat telur dan lain sebagainya. Andik pun menyesuaikan bahan yang digunakan sesuai pesanan. Untuk produk aplikatif, dia menggunakan bahan kayu. Jika hanya untuk hiasan dinding, bahan MDF akan dipilihnya.

Karena pesanan makin banyak, Andik mengajak beberapa pemuda lain untuk membantu pekerjaannya. Dalam sehari, workshopnya di Jalan Majapahit ini mampu memproduksi sekitar 600 pieces barang berbahan MDF. Dan sekitar 60 pieces barang berbahan kayu.

"Nilai jualnya beragam. Kalau yang MDF mulai Rp 5 ribu sampai 200 ribu. Kalau yang berbahan kayu, harganya mulai Rp 50 ribu sampai satu juta," ungkapnya.

Andik mengaku memasarkan produknya secara online melalui e-commerce dan Instagram. Dengan pemasaran online ini, kini pesanan yang diterimanya tak hanya dari dalam negeri. Namun juga dari sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura.

"Pandemi omzet turun sampai 20 persen. Tapi saya bertekad mempertahankan kualitas produksi dan tenaga kerja yang sudah banyak membantu saya," kata bapak dengan satu anak ini.

Bagi Andik, setiap usaha pasti ada pasang surutnya. Namun jangan sampai kendala yang ada menjadi rintangan untuk terus berkarya. Andik berharap, usahanya ini bisa menginspirasi para pasangan yang baru membina rumah tangga agar berani mengeksplorasi kemampuan mereka.

"Setiap orang pasti dianugerahi kelebihan. Kalau kita berani terus mencoba, itu bisa jadi ladang bisnis utama rumah tangga kita," pungkasnya. (dtc)

 

Image
Dana Proyek Ruang Belajar SD Diduga Dikorupsi

Dana Proyek Ruang Belajar SD Diduga Dikorupsi

Pengadaan ruang belajar di sekolah tersebut dilakukan secara swakelola. Diduga ada kerugian negara ratusan juta akibat proyek pembangunan tersebut.