Buang Limbah Diduga B3, FPSR Mendesak Izin PT SGM Dibekukan

Buang Limbah Diduga B3, FPSR Mendesak Izin PT SGM Dibekukan

Aris Gunawan menunjukkan saluran air yang diduga terpapar limbah B3 PT SGM

Liramedia.co.id, Gresik - Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Front Pembela Suara Rakyat (FPSR), Aris Gunawan mendesak penegak hukum serta pihak terkait agar segera menindak PT Sinar Garuda Makmurindo.

Disinyalir, perusahaan yang bergerak di bidang produksi karton ini membuang limbah diduga bahan berbahaya beracun (B3).

Menurut penjelasan Aris, limbah diduga mengandung B3 ditemukan tim FPSR dibuang oleh PT Sinar Garuda Makmurindo ke saluran irigasi pertanian di sekitar pabrik yang berlokasi di Jalan Raya Kedamean KM 26, no. 88 Gresik.

Dari lokasi penemuan, tim FPSR membawa sejumlah sampel untuk kepentingan laboratorium.

"Limbah yang kami temukan berupa sludge tinta yang dibuang di saluran area persawahaan milik warga Desa Kedamean. Selama 3 bulan ini kami pantau, PT Sinar Garuda Makmurindo membuang limbah cair bekas produksi pada jam tertentu untuk mengelabuhi petugas," jelas Aris.

Aris dan tim FPSR sempat menggelar audiensi dengan pihak PT Sinar Garuda Makmurindo pada 15 Juli 2020. Saat itu, Aris ditemui oleh Fikri yang mengaku sebagai corporate lawyer PT Sinar Garuda Makmurindo (SGM). Selain lawyer, juga menemui ialah HRD PT Sinar Garuda Makmurindo, Lamsoit, Slamet (Tim Pengawas Limbah), dan Tony (Kabag Produksi).

Dalam pertemuan itu, Fikri mengakui kalau ijin IPAL maupun IPLC PT Sinar Garuda Makmurindo belum mengantongi izin atau masih dalam proses pengajuan.

Aris pun heran, kenapa perusahaan bisa keluar izin produksi sementara izin IPAL belum ada. Karena itu, pihak FPSR mengadukan temuannya itu ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik ataupun Provinsi Jatim, Bupati, hingga pihak Kepolisian.

Ditegaskan Aris, pembuangan limbah cair diduga B3 oleh PT Sinar Garuda Makmurindo bisa berdampak buruk terhadap lingkungan dan mengganggu produksi pertanian sehingga bisa gagal panen. Parahnya lagi bisa berdampak kepada kesehatan warga sekitar.

"Limbah cair tersebut bisa mencemari sumber mata air masyarakat sekitar sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan warga. Kami berharap aparat penegak hukum untuk menindak perusahaan tersebut sesuai perundang undangan yang berlaku. Bila perlu izin operasional perusahaan dicabut," tegas Aris.

"Apabila dalam proses penindakan perusahaan tersebut masih tetap bandel, kami akan kerahkan massa di depan PT SGM. Karena warga sudah lama merasakan dampak buruk. Mumpung belum parah, maka harus ditindak secepatnya," tegas Aris. (did)

Image
Ada Kelebihan Bayar dari Proyek Gapura Kantor Bupati Mojokerto

Ada Kelebihan Bayar dari Proyek Gapura Kantor Bupati Mojokerto

Tender Belanja Modal Gedung dan Bangunan - Pengadaan Bangunan Gedung Kantor - Pekerjaan Konstruksi Gapura dan Pagar Lingkup Kantor Bupati Mojokerto te

Sisi Lain H Maskuri, Selain Rektor Unisma Juga Pengusaha Pertanian

Sisi Lain H Maskuri, Selain Rektor Unisma Juga Pengusaha Pertanian

Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si, dilantik sebagai Rektor Universitas Islam Malang (Unisma), pada Sabtu 1 Desember 2018. Dia dilantik untuk periode 2018-202