Cinta Tak Direstui, si Cowok Digantung Diduga oleh Kerabat Pacarnya

Cinta Tak Direstui, si Cowok Digantung Diduga oleh Kerabat Pacarnya

Mario Mardi Natriti dengan kepala di bawah dan kaki di atas

Liramedia.co.id, SUMBA BARAT DAYA – Media sosial dihebohkan tayangan video yang menampilkan seorang pria dengan badan terbaik, kepala di bawa dan kaki di atas. Kaki pria itu diikat dikayu.

Diketahui, nama pria itu ialah Mario Mardi Natriti (23 tahun), warga Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Atas kejadian itu, kerabat Mario tak terima dan melaporkannya ke Kepolisian Resor (Polres) Sumba Barat Daya.

Laporan kasus penganiayaan ini disampaikan kerabat korban, Paulus Seingo Bulu (52 tahun), warga Desa Letekonda Selatan, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, sesuai laporan polisi nomor LP-B/66/I.6/X/2020/Polda NTT/Res SBD.

Dalam laporannya, Seingo Bulu mengaku kalau korban dianiaya pada tanggal 20 Oktober 2020 sekitar pukul 12.00 hingga pukul 16.00 WITA di beberapa lokasi yang berbeda.

Dalam laporan tersebut ternyata Mario Mardi Natriti dianiaya dua oknum anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya. Mereka ialah YNR dari Partai Nasdem dan SLG dari PDI Perjuangan.

Kedua oknum anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya ini diketahui merupakan kerabat dari Delsiana Bebe, pacar Mario Mardi Natriti yang sempat kabur dengan Mario Mardi Natriti karena hubungan mereka ditentang orang tua Delsiana. 

Dalam laporannya, Seingo Bulu mengaku kalau YNR dan SLG menjemput korban Mario Mardi Natriti dan Delsiana Bebe dari kediaman Mario.

Ikut pula menjemput Mario dan Delsiana dua orang oknum anggota TNI dari Koramil Waitabula, Kabupaten Sumba Barat Daya, yang belum diketahui identitasnya.

Mario dibawa ke Koramil Waitabula oleh oknum anggota TNI atas permintaan YNR dan SLG. Sementara Delsiana dijemput keluarganya untuk pulang ke Desa Karuni, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Mario dibawa ke suatu lokasi dan disuruh menggantungkan kepala ke bawah (ke tanah) dan kaki ke bagian atas dengan posisi tubuh bersandar pada tembok selama 30 menit hingga Mario jatuh sendiri.

Selanjutnya, Mario dibawa oleh YNR dan SLG ke rumah Delsiana Bebe. Dihadapan keluarga Delsiana, dua oknum anggota TNI sempat menganiaya Mario. Mario juga ditampar 3 kali oleh YNR.

Dari rumah Delsiana, Mario kembali dibawa ke Koramil Waitabula dan diantar lagi ke rumah SLG dan Mario juga dianiaya. Mario baru diantar pulang ke rumahnya pada pukul 18.00 WITA.

Seingo Bulu mengaku kalau dua oknum anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya ini merupakan warga Desa Ramadana dan masih kerabat dengan Delsiana.

Kapolres Sumba Barat Daya, AKBP Joseph Mandagi membenarkan laporan ini.

"Masih diperdalam dulu dari saksi-saksi," ujar Joseph Mandagi.

Sebelumnya sebuah video main hakim sendiri berdurasi 1.11 menit viral di media sosial dan menjadi perhatian netizen di NTT.

Peristiwa itu terjadi di Desa Rama Dana, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.

Ibu kandung Mario yang saat ini bekerja sebagai buruh migran di Malaysia ikut memviralkan video tersebut, dengan harapan mendapat keadilan atas kejadian ini.

Anggota DPRD SBD, Yohanes R. Geli menampik terlibat dalam kasus penganiayaan di Sumba Barat Daya (SBD).  Apalagi namanya juga disebut dalam kasus yang menyebabkan korban Mario Nariti harus dirawat di Rumah Sakit.

“Saya kaget nama saya disebut dalam kasus ini. Sedang saya tidak tahu kasus ini seperti apa. Saya hadir iya dan itu dibuktikan dalam video itu tapi saya tidak melakukan apapun terhadap korban,” katanya kepada wartawan, Senin (26/10/2020) siang.

Ia mengaku hadir sebagai keluarga karena ayah dari anak perempuan (kekasih Mario) merupakan kakak kandungnya.

“Tidak ada penganiyaan. Itu hanya pembinaan dari keluarga perempuan sendiri. Dan saya tidak terlibat soal ini. Silahkan tanya kepada anak itu saya pukul dia atau tidak? Saya angkat tangan soal ini atau tidak,” tegasnya.

Menurutnya, kasus ini sebenarnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan dengan pendekatan budaya dalam ritual pemisahan.

Hal ini pun, sebutnya sudah disepakati dua keluarga yang bersangkutan. Namun urung dilakukan karena keluarga laki-laki terlebih dahulu melaporkan kasus itu kepada pihak kepolisian.

Ia berharap kasus ini bisa selesai secara baik dengan hasil yang memuaskan semua pihak. (*)

Source : INS

 

Image
Zenius Meluncurkan 'Zenius untuk Guru'

Zenius Meluncurkan 'Zenius untuk Guru'

Zenius mengumumkan peluncuran “Zenius untuk Guru” (ZuG), sebuah Sistem Manajemen Pembelajaran gratis yang dibuat oleh guru, untuk guru