Desa Buker, Panorama Tersembunyi di Sampang Madura

Desa Buker, Panorama Tersembunyi di Sampang Madura

Tampak dari ketinggian di Desa Buker, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang

Liramedia.co.id, SAMPANG – Bagi warga luar Madura yang ingin berkunjung ke Madura khususnya Kabupaten Sampang, adakalanya singgah ke Desa Buker, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang. Disana terdapat panorama yang sangat mengesankan mata.

Dedaunan yang asri serta alam pegunungan nan indah menjadikan Desa Buker sebagai salah satu destinasi wisata di Sampang, Madura. Di Desa dengan jumlah penduduk 3000 lebih ini, Anda dapat menyaksikan panorama Sampang dari atas perbukitan.

Sepanjang mata memandang, pepohonan yang hijau dan burung-burung berkicau akan Anda temui di Desa Buker. Udara yang masih segar dan asri, akan menenangkan sejenak pikiran Anda.

Desa Buker merupakan salah satu Desa yang cukup luas dengan jumlah penduduk yang banyak. Desa ini terletak di Kec. Jrengik, Kab. Sampang, Madura, Jawa Timur. Warganya mayoritas berprofesi sebagai petani, peternak, wiraswasta dll. Desa Buker terdiri dari beberapa Dusun, yaitu Dusun Kapasan, Palongan, Buker Atas, Trogan, Galisan, Rengoh, Masaran, Ratah, Tanamera, Bangui, Kokon, Mani'an, Sekeman, Bekandang, Branjang dll.

Selain pemandangan alam, di Desa Buker terdapat sejumlah destinasi wisata lainnya. Mulai dari wisata religi, wisata alam, dan pertanian. Berikut tempat wisata di Desa Buker yang berhasil dirangkum oleh Lira Media.

  1. Petasan Raksasa

Pengunjung menonton petasan raksasa sebelum dinyalakan

Pada momen tertentu, ada tradisi menyalakan mercon (petasan) raksasa di Desa Buker. Tradisi ini berlangsung secara turun temurun, dan umumnya diselenggarakan pada Hari Raya Ketupat atau 7 hari setelah Hari Raya Idul Fitri.

Mercon raksasa ini dibuat oleh sekelompok anak muda. Tradisi menyalakan mercon ini diikuti tidak hanya warga Desa Buker. Bahkan pengunjung dari luar Desa juga banyak. Tradisi ini untuk menghibur pengunjung ‘bujuk’ Buker.

Banyaknya warga dari dalam maupun dari luar Desa Buker ikut meramaikan tradisi ini sehingga tidak jarang kemacetan pun terjadi. Hingga akhirnya yang ditunggu-tunggu oleh semua orang pun tiba yaitu pembakaran mercon raksasa sekaligus sebagai penutup hiburan.

Tradisi ini patut diapresiasi karena memiliki kesan unik dan daya tarik tersendiri yang jarang bisa ditemui ditempat lain. Jika terus dikembangkan, hal ini juga berpotensi menjadi ikon wisata desa dimasa yang akan datang dan akan dikenang oleh masyarakat.

  1. Buju’ Buker

Ribuan penziarah di Buju' Buker

Terletak di Dusun Buker Atas, Buju’ Buker atau leluhur Desa Buker selalu ramai dikunjungi peziarah. Buju’ Buker merupakan makam leluhur masyarakat Desa Buker, dan menjadi salah satu tempat bersejarah dan keramat.

Banyak warga sekitar dan pengunjung dari luar datang untuk berziarah sekaligus ‘selametan’ di tempat ini terutama di hari-hari besar seperti Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Lokasi Buju’ Buker berada di dataran tinggi, sehingga membuat pemandangannya terlihat sangat indah. Hampir seluruh daerah di wilayah Madura tampak dilihat dari ketinggian tersebut.

Ribuan Jemaah ziarah ke Buju’ Buker untuk ngalap barokah serta mengirim doa. Menurut informasi, Buju’ Buker ini Namanya Bujuk Anom bin Sutomo bin Aryawijaya Diningrat. Tapi disana banyak maqom bujuk yang Mastur tidak ada edentitasnya. Tapi dari cerita, disana ada silsilah para Habaib.

  1. Sumber Air

Sumber air di Dusun Kapasan masih alami

Kabupaten Sampang terkenal dengan wilayahnya gersang dan sulit sumber air. Tapi tidak di Desa Buker. Disana, tepatnya di Dusun Kapasan, sumber air mengalir derah. Mata air jernih. Sumber air ini menjadi keunikan tersendiri bagi pengunjung yang datang, terutama wisatawan dari luar desa.

Jika umumnya wilayah perbukitan kesulitan mendapat sumber air hingga bor sumur dengan kedalaman puluhan meter, tapi di Dusun Kapasan ini, sumber air mudah didapat. Rata-rata sumber air warga mengalir deras setelah menggali di kedalaman 2 meter.

Jadi tidak heran, meski berada di ketinggian membuat air mengalir sendiri ke rumah-rumah warga menggunakan selang tanpa harus menggunakan pompa air sehingga hemat biaya. Rasa airnya pun terasa enak hampir seperti air mineral.

  1. Masjid Kapasan

Masjid Kapasan merupakan masjid bersejarah di Desa Buker

Masjid Kapasan ini telah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu, berada di Dusun Kapasan, Desa Buker. Desain bangunan yang sudah tua dan banyaknya kayu yang sudah lapuk membuat Masjid Kapasan ini dibangun atau direnovasi kembali pada tahun 2018 yang lalu dengan desain yang lebih modern sehingga terlihat lebih menarik dan indah. Masjid Kapasan ini menjadi daya Tarik karena konon merupakan peninggalan sejarah.

  1. Pasar Trogan

Pasar Trogan, buka setiap Minggu dan Kamis

Desa Buker memiliki pasar tradisional yang bertempat di Dusun Trogan. Pasar ini beroperasi setiap hari Minggu dan Kamis mulai dari jam 05.00 sampai jam 10.00 WIB. Banyak warga sekitar dan warga Desa lain datang untuk berbelanja di pasar ini. Selain harganya yang cukup murah, pasar ini juga menyediakan berbagai kebutuhan yang cukup lengkap. mulai dari sembako, pakaian, ikan/daging, sayur mayur, buah-buahan, peralatan rumah tangga, aksesoris dan lain-lain.

Pedagang di Pasar ini selain warga Desa Buker, juga datang dari luar Kecamatan Jrengik. Rata-rata pedagang luar Kecamatan menjual ikan dan daging sapi.

  1. Pertanian

Panen jagung. Jagung menjadi salah satu komoditi yang ditanam di Desa Buker

Potensi pertanian di Desa Buker cukup besar. Warganya lebih banyak Bertani, mulai dari menanam jagung, padi, kacang hijau, kacang Panjang, kacang tanah, hingga kedelai. Saat musim hujan, lebih banyak menanam padi. Dan saat memasuki musim kemarau, petani di Desa Buker menanam palawija. Hasil pertanian selain digunakan untuk kebutuhan sehar-hari, juga dijual ke tengkulak.

  1. Pawai Obor

Pawai obor memperingati malam Tahun Baru Islam

Pada Tahun Baru Islam atau malam 1 Muharram, masyarakat Desa Buker menyemarakkannya dengan berkeliling desa sambil membawa obor. Lantunan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW mengiringi setiap langkah para peserta pawai obor.

Ratusan anak muda bahkan orang tua ikut serta dalam tradisi tahunan yang dimulai jam 20.00 WIB ini. Setelah berkeliling, para peserta makan Bersama sebagai tanda syukur terhadap nikmat yang diberikan Alloh SWT.

Masyarakat Desa Buker memiliki kebiasaan dan aktifitas sehari-hari yang beragam. Nuansa dan panorama pedesaannya masih terasa sangat kental, hijau, asri dan tenang. Hamparan sawah, kebun, hutan dan bukit tinggi menghiasi setiap mata yang memandangnya di sepanjang wilayah ini.

Saat ini, Kepala Desa Buker ialah Abdus Shodiq. Untuk menuju ke Desa Buker, jika dari Kota Surabaya atau Bangkalan, bisa masuk melewati Desa Bancelok. Dari Jalan Raya Desa Bancelok, perkiraan masuk sekitar 6 km. Atau jika dari Pemekasan, lokasi Desa Bancelok sebelah kanan.

Tugu perbatasan Desa Bancelok - Desa Buker

Sampai di perbatasan Desa Bancelok, ada tugu perbatasan dengan tulisan Desa Buker. Akses jalan ke Desa Buker bisa dengan mobil atau truk. Jika naik bus akan sulit karena meda jalan tidak cukup. Bus bisa diparkir, untuk kemudian masuk dengan antar jemput atau naik ojek dari Desa Bancelok. Tarif ojek mulai Rp 10.000 sekali antar hingga Rp 15.000.

Jadi tunggu apa lagi, segera kunjungi Desa Buker. Dan rasakan panorama alamnya nan indah. (*)

Penulis : Zainuddin Qodir

Keindahan Desa Buker bisa ditonton video di bawah ini :

Image
Karena Tak Punya Ponsel, Siswa SMP Dapat Nilai Nol

Karena Tak Punya Ponsel, Siswa SMP Dapat Nilai Nol

Sungguh miris yang dialami Aditya. Salah satu siswa SMP di Jakarta Barat ini mendapat nilai nol lantaran tidak bisa mengikuti pelajaran jarak jauh via online.