Dewas dan Komut Bukit Algoritma Mendukung KEK Sukabumi Menjadi Silicon Valley Indonesia

Dewas dan Komut Bukit Algoritma Mendukung KEK Sukabumi Menjadi Silicon Valley Indonesia

Jajaran Dewas dan Komut Bukit Algoritma

Jakarta, liramedia.co.id  – Indonesia bakal memiliki pusat pengembangan teknologi 4.0 dan ilmu pengetahuan yang bakal menyerupai Silicon Valley di Amerika Serikat seiring dengan ditandatanganinya pelaksanaan mega proyek "Bukit Alogaritma" di Jakarta, pada Rabu (07/04/2021).

Proyek yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sukabumi ini merupakan kerja sama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Konstruksi, yaitu PT Amarta Karya (AMKA) dan Kiniku Bintang Raya. Pengembangan proyek ini mendapat dukungan penuh dari Dewan Pengawas (Dewas) dan Komisaris Utama (Komut) KEK Bukit Algoritma.

Mariyanto selaku Komisaris Utama KEK Bukit Algoritma menyatakan dukungannya terhadap konsep spektakuler yang digagas Budiman Sudjatmiko dalam pengembangan teknologi 4.0 dan ilmu pengetahuan yang berada di KEK Sukabumi.

“Kami sangat senang dan mendukung pengembangan teknologi dan industri 4.0 di KEK Sukabumi ini. Ini menjadi harapan bagi bangsa Indonesia di tengah perkembangan teknologi yang saat ini terus berkembang,” ujar Mariyanto usai penandatanganan kontrak Pekerjaan Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus dan Pengembangan Teknologi dan Industri 4.0 di Jakarta.

Pada kesempatan yang sama, Joko Djatmiko , Wisnu Broto dan  Sutiyono Wawanda sebagai Dewan Pengawas KEK Bukit Algoritma menilai bahwa Bukit Algoritma nantinya akan menjadi harapan dan impian bagi pemuda dan pemudi Indonesia dalam mengembangkan teknologi dan industri 4.0, baik di masa sekarang maupun masa yang akan datang.

Sembagai tempat Mimpi pemuda dan pemudi indonesia Hadir dalam kesempatan itu sejumlah pengusaha dan pejabat,

Direktur Utama PT AMKA,  Nikolas Agung menyebutkan, PT AMKA dipercaya membangun Bukit Algoritma di lahan seluas 888 hektare di Kecamatan Cikidang dan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

Total nilai kontrak selama 3 tahun tersebut sebesar 1 miliar EURO atau setara Rp 18 triliun. Menurutnya, dana tersebut digunakan untuk peningkatan kualitas ekonomi 4.0, peningkatan pendidikan, penciptaan pusat riset, development untuk menampung ide anak bangsa, dan meningkatkan sektor pariwisata di kawasan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya KSO,  Budiman Sudjatmiko mengatakan, Bukit Algoritma ibarat Silicon Valley di Amerika Serikat. Nantinya, di lokasi tersebut menjadi pusat research and development (R&D) dan pengembangan sumber daya manusia di masa depan.

"Kelak, kawasan ini akan menjadi salah satu pusat untuk pengembangan inovasi dan teknologi tahap lanjut, seperti misal kecerdasan buatan, robotik, drone (pesawat nirawak), hingga panel surya untuk energi yang bersih dan ramah lingkungan," kata Budiman.

"Sebab ini merupakan mimpi jangka panjang. Untuk tahap pertama selama tiga tahun, AMKA menjadi mitra kepercayaan untuk membangun infrastruktur, termasuk akses jalan raya, fasilitas air bersih, pembangkit listrik, gedung konvensi, dan fasilitas‐fasilitas lainnya," lanjutnya. (Jun).

Image