DLH Gresik Akan Tinjau Limbah Diduga B3 di Area Gudang di Menganti

DLH Gresik Akan Tinjau Limbah Diduga B3 di Area Gudang di Menganti

Limbah diduga B3 di Kec. Menganti, Kab. Gresik

Liramedia.co.id, GRESIK - Keberadaan Limbah yang diduga tergolong limbah bahan berbahaya beracun (B3) di salah satu area pergudangan di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, akan langsung ditinjau oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik. Limbah diduga B3 ini ditimbun atau dijadikan material urug di area kosong dan pergudangan seluas kurang lebih 2 hektar (ha), yang tak jauh dari permukiman penduduk.

“DLH melaksanakan pemantauan, dilaporkan ke Gakum Kementerian LHK (Lingkungan Hidup & Kehutanan) dan LH Propinsi, pendampingan ketika turun bersama-sama” kata Kepala DLH Kabupaten Gresik, Moh Najikh saat dikonfirmasi LIRA Media, Rabu, 2 September 2020.

Najikh kembali mengatakan, jika memang terbukti limbah yang terdapat di area gudang tersebut ialah limbah tergolong B3, maka yang terlibat dalam pembuangan atau penampungan akan dikenakan sanksi. Sanksi bisa berupa administrasi ataupun pidana.

“Sanksi ada di Gakum (penegakan hukum) Kementerian LHK, juga bersama/mendampingi Polres Gresik,” lanjut pria yang pernah menjadi Kepala Diskop dan Perindag Gresik ini.

Diberitakan sebelumnya, terdapat timbunan material diduga limbah B3 di area pergudangan di kawasan Desa Putat Lor, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Saat wartawan Lira Media meninjau ke lokasi pergudangan tersebut pada Selasa siang, 25 Agustus 2020, di dalam area tersebut tak berpenghuni.

Tampak beberapa ceceran material warna hitam yang diduga limbah B3 jenis bottom ash. Bottom ash merupakan limbah padat yang dihasilkan dari pembakaran batubara pada pembangkit tenaga listrik.

Areal pergudangan dengan intu gerbang ber-cat biru ini tertutup rapat dan terkunci. Di depan pintu gerbang tersebut, tepat di sampingnya, terdapat banner yang bertuliskan bahwa lahan tersebut dijual. Berikut tercantum nama dan nomor ponsel yang bisa dihubungi bernama Andi.

Di dalam lokasi lahan, tumpukan material diduga limbah B3 ini cukup banyak. Dari pengamatan di lokasi, material tersebut menyatu dengan tanah urug warna coklat.

Cak Lan, seorang warga sekitar mengungkapkan, lahan dan pergudangan tersebut lama tak berpenghuni. Sepengetahuan Cak Lan, pemiliknya hendak menjualnya dengan nilai kurang lebih Rp 60 miliar. Di dalam lahan tersebut terdapat beberapa gudang yang tak terpakai.

Ditanya siapa pemiliknya, Cak Lan mengaku pemilik gudang tersebut berasal dari Surabaya. Namanya Andri. Namun, pemilik jarang sekali ke lokasi gudang, Walaupun gudang tersebut dijual, tapi melalui perantara bernama Andi seperti yang tercantum di banner yang dipasang di depan gudang.

Sementara Andri yang disebut sebagai penanggungjawab gudang tersebut saat dikonfirmasi melalui nomor ponselnya 08229117xxxx hingga kini belum merespon. (*)

 

Image
Gubernur Jatim Dukung Program Sejuta IT Preneur

Gubernur Jatim Dukung Program Sejuta IT Preneur

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendukung penuh rencana kerjasama antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Jawa Timur dengan Maspion IT.