Dugaan 'Upeti' Ke Pendamping Desa, Camat Driyorejo : Saya Tidak Tahu

Dugaan 'Upeti' Ke Pendamping Desa, Camat Driyorejo : Saya Tidak Tahu

Ilustrasi

Liramedia.co.id, Gresik - Camat Driyorejo, Narto memberikan penjelasan terkait salah satu Pendamping Desa kecamatan di salah satu desa di Kecamatan Driyorejo yang diduga menerima 'upeti' dari pemilik e-Warong. Besarannya upeti masing-masing Rp 5000 untuk satu transaksi Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dikalikan sejumlah transaksi KPM di e-Warong desa tersebut.

"Saya tidak tahu. Coba diklarifikasi dengan Pak Kades," kata Camat Driyorejo, Narto saat dikonfirmasi, Kamis (19/11/2020).

Sebelumnya, kepada Liramedia.co.id, warga di salah satu Desa di Driyorejo, berinisial S mengaku, ada dugaan pengalokasian dana Rp 5000 per transaksi per KPM, yang diduga disetorkan ke salah satu pendamping desa dari Kecamatan Driyorejo. Dana tersebut disetor tiap bulan sekali usai distribusi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

S yang pernah menjadi agen e-Warong ini menyebutkan, total KPM di desanya yang mendapatkan BPNT kurang lebih 400 KPM. Jenis BPNT yang disalurkan meliputi beras merk B9, bawang merah, buah apel, telut ayam, dan daging sapi.

S pun mengaku heran, karena dirinya diputus sepihak oleh Pemerintah Desa sebagai agen e-Warong. Sebagai penggantinya, saat ini e-Warong berada di rumah oknum perangkat desa tersebut, yang juga menjadi anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Kini, kasus tersebut sudah dilaporkan oleh salah satu organisasi masyarakat (Ormas) di Gresik ke Polres Gresik. (did)

Image
Zenius Meluncurkan 'Zenius untuk Guru'

Zenius Meluncurkan 'Zenius untuk Guru'

Zenius mengumumkan peluncuran “Zenius untuk Guru” (ZuG), sebuah Sistem Manajemen Pembelajaran gratis yang dibuat oleh guru, untuk guru