Ekonomi Berbasis Umat Akan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Ekonomi Berbasis Umat Akan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Menteri Koperasi & UMKM Teten Masduki

Liramedia.co.id - Ekonomi keumatan dapat menjadi penggerak roda perekonomian, termasuk masa pandemi seperti sekarang. Disisi lain, diperlukan kebijakan dalam membangun ekonomi keumatan, yang mendukung dan merangsang umat menjadi wirausaha di berbagai sektor. Diplomat Success Challenge ingin berperan dalam memberikan kesempatan kepada semua lapisan, termasuk segmen berbasis komunitas dan ekonomi keumatan.  Berkolaborasi bersama NU Circle, Diplomat Success Challenge  menggelar serangkaian webinar yang telah digelar pada 20 Agustus lalu.

Menteri Koperasi & UMKM Teten Masduki, dalam sambutan webinar DSC 12 X NU Circle dengan tema “Jalan Sukses Tembus Omset Ratusan Juta dari Bisnis Makanan” pada 20 Agustus lalu memaparkan, “Target rasio kewirausahaan nasional di tahun 2024 sebesar 3,95% dengan pertumbuhan wirausaha baru, sebesar 4%. Namun rasio kewirausahaan ini masih sekitar 3,47%, masih dibawah negara tetangga lainnya seperti Singapura dan Malaysia. Sehingga dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan swasta dalam mempersiapkan peningkatan kualitas SDM unggul untuk mewujudkan target itu.”

Sinergi Pemerintah dan Swasta untuk Memaksimalkan Potensi Santri 

Pondok pesantren dan ekonomi syariah memiliki potensi yang sangat besar untuk mendongkrak kemajuan ekonomi nasional. Tercatat pada triwulan pertama tahun 2021, Indonesia memiliki 31.385 pondok pesantren dengan jumlah mencapai 4,29 juta santri. Potensi ini juga menjadi kekuatan ekonomi syariah Indonesia yang menempati peringkat 4 dunia.

Di kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir  mengatakan,  “Besarnya potensi tersebut masih bisa dikembangkan secara maksimal. Karenanya kita semua perlu melakukan upaya peningkatan kapasitas talenta di lingkungan pesantren, baik dari sisi manajerial, keuangan, digitalisasi hingga infrastruktur dan akses pasar, agar lulusan pesantren siap bersaing, baik yang menggeluti dunia usaha maupun dunia karier. Juga membangung jaringan serta ekosistem yang saling menguatkan. Upaya tersebut membutuhkan sinergi dan dukungan dari pemerintah dan swasta, termasuk dengan adanya ajang seperti kompetisi wirausaha ini yang memberi tantangan agar talenta di lingkungan pesantren terus berinovasi dan berkembang.” jelas Erick Thohir

DSC 12 Sebagai Momentum Tumbuhkan Ekonomi Keumatan di Era Pandemi

Program Inisiator DSC 12, Edric Chandra mengungkapkan, “Tahun ini kami memperluas segmen audiens berbasis komunitas dan ekonomi keumatan melalui kerja sama dengan menggelar serangkaian webinar bersama NU Circle, LPNU (Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama), Ansor, dan HIPSI (Himpunan Pengusaha Santri Indonesia). Tujuannya adalah semakin banyak melahirkan entrepreneur dari  komunitas berbasis santri dan Nahdliyin dan membangkitan ekonomi keumatan walau berada di tengah masa pandemi.” ungkap Edric.

Bersama dengan Top Karir, program webinar bersama NU Circle telah melakukan serangkaian aktivitas dan terus berlangsung hingga bulan September mendatang. Menghadirkan berbagai pelaku UMKM dalam memberikan inspirasi bagaimana merealisasikan sukses dengan improvisasi bisnis agar dapat mengendalikan situasi di saat pandemi.  Tidak hanya bertahan tapi tetap tumbuh dan berkembang, sekaligus menjaga konsistensi. Pelaku UMKM tersebut diantaranya  Ima Yuanita, CEO Enak! Indonesia, serta Teddy Rachman yang dikenal sebagai Founder dan CEO Martabak & Terang Bulan Hawaii yang sukses membuka 90 cabang di seluruh Indonesia. Mereka adalah pembicara webinar DSC 12 bersama Top Karir dan NU Circle. Masih banyak pelaku UMKM inspiratif lainnya yang juga akan turut berbagi dalam serangkaian webinar ke depan, diantaranya adalah Hamdan Hamedan (CEO Aplikasi Kesan), dan Nurdin Hidayat (Owner Ayam Geprek Si Akang dan Koordinator Pendamping OPOP Jawa Barat). (did)

 

Image
IDI Papua Berharap Jaminan Keamanan Pada Tenaga Kesehatan

IDI Papua Berharap Jaminan Keamanan Pada Tenaga Kesehatan

Terkait situasi penyerangan, pembakaran, dan penembakan terhadap tenaga kesehatan di Puskesmas Kiwirok, Pegunungan Bintang,