GMDM Gresik Kritisi Visi Misi Cabup Gresik, Belum Ada yang Serius P4GN

GMDM Gresik Kritisi Visi Misi Cabup Gresik, Belum Ada yang Serius P4GN

Pengurus GMDM Gresik

Liramedia.co.id, GRESIK – Garda Mencegah Dan Mengobati (GMDM) Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Gresik mengkritisi visi misi pasangan calon bupati dan wakil bupati Gresik. Menurut Ketua GMDM Gresik, RH Hariyono, dari visi misi yang dibawa calon bupati maupun wakil bupati Gresik, tidak ada satupun yang mengarah ke Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Gresik.

Padahal, kata Hariyono, penyalahgunaan narkoba ini telah banyak membuat masyarakat Gresik berurusan dengan hukum. Selain itu, banyak pula pemuda Gresik yang kehilangan masa depan karena penyalahgunaan narkoba. Belum lagi akibat kesehatan yang ditimbulkan oleh zat yang terkandung dalam narkoba.

“Pasien narkoba tidak ditanggung BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). Karena itu, banyak sekali warga yang tidak mampu, kemudian anaknya terlibat narkoba hanya ingin coba-coba, lalu berurusan dengan hukum. Imbasnya, kemiskinan di Gresik bisa bertambah akibat narkoba ini,” demikian ujar Hariyono kepada Lira Media, Sabtu 3 Oktober 2020.

Hari mengingatkan, penting bagi pasangan calon bupati dan wakil bupati Gresik untuk serius terhadap peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba ini. Karena perang melawan narkoba ini tidak cukup dilakukan oleh aparatur hukum seperti BNN maupun Kepolisian, keterlibatan dan peran Pemerintah Daerah (Pemda) Gresik tidak kalah penting dari aparatur hukum.

Apalagi, keterlibatan Pemda terhadap pencegahan narkoba ini didukung oleh terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 12 Tahun 2019 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika sebagai pengganti Permendagri Nomor 21 Tahun 20l3 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika.

Permendagri yang ditetapkan pada tanggal 8 Pebruari 2019 dan di-undangkan pada tanggal 25 Pebruari 2019 ini memberikan kewenangan lebih kepada Pemda untuk penanganan narkoba.

“Jika Permendagri sebelumnya hanya menempatkan peran Pemda dari sisi pencegahan saja, maka dalam Permendagri yang baru ini Pemda berperan untuk memfasilitasi pemberantasan narkotika. Tidak hanya menyasar narkotika, juga diperluas hingga menyentuh prekursor narkotika yaitu zat atau bahan pemula atau bahan kimia yang dapat digunakan dalam pembuatan Narkotika sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang tentang Narkotika. Nah, peran ini yang harusnya ditangkap oleh pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo. Karena bagaimanapun, salah satu diantara 2 pasangan itu akan menjadi pemimpin Gresik,” jelas Hariyono.

Masih kata Hariyono, peredaran narkoba di Gresik sulit terdeteksi. Bahkan, aparat Kepolisian maupun BNNK Gresik kewalahan dengan pemberantasan narkoba ini. Diharapkan, dengan komitmen para pasangan calon bupati dan wakil bupati Gresik ini, narkoba di Gresik bisa dikendalikan, bahkan bisa diberantas.

Komitmen itu diantaranya serius menerapkan Permendagri yang terdiri atas 6 bab dan 17 pasal ini. Jika Permendagri itu diterapkan, maka fasilitasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika bisa segera dilakukan dari tingkat pusat hingga kelurahan/desa.

“Nyatanya, sampai sekarang, Pemda di Gresik belum serius menangani perkara narkoba ini. Ke depan, kami butuh pemimpin Gresik yang tegas dalam kebijakan terhadap penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Misalnya fasilitasi sosialisasi, pelaksanaan deteksi dini, dan pemberdayaan masyarakat.

“Juga pemetaan wilayah rawan penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika, peningkatan kapasitas pelayanan rehabilitasi medis, peningkatan peran serta dinas terkait dan pihak lain dalam penyelenggaraan kegiatan vokasional, dan penyediaan data dan informasi mengenai pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika di Gresik,” tegas Hariyono.

Untuk diketahui, Pilkada Gresik diikuti 2 pasangan bupati dan wakil Bupati. Kedua pasangan itu ialah Mohammad Qosim – dr Asluchul Alif dan Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah.

Pasangan Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah yang disebut NIAT ini memiliki 9 visi misi, yakni Gresik Sejahtera, mandiri, berdaya saing, berkemajuan berlandaskan akhlaqtul kharimah. Sedangkan misi yang ditawarkan paslon nomor urut dua ini diantaranya tata kelola pemerintahan yang bersih, membangun infrastruktur yang berdaya saing, mewujudkan kemandirian ekonomi, membanguj insan Gresik yang unggul dan cerdas, dan meningkatkan kesejahteran sosial melalui lapangan kerja.

Sedangkan visi misi Moh Qosim – dr Asluchul Alif terangkum dalam Sapta Bhakti Bangsa, dengan  Visi Gresik Agamis dan Sejahtera. (*)

Reporter : Basuki

Image
Zenius Meluncurkan 'Zenius untuk Guru'

Zenius Meluncurkan 'Zenius untuk Guru'

Zenius mengumumkan peluncuran “Zenius untuk Guru” (ZuG), sebuah Sistem Manajemen Pembelajaran gratis yang dibuat oleh guru, untuk guru