Jangan Benci Saudaramu Karena Perbedaan Warna Pilihan

Jangan Benci Saudaramu Karena Perbedaan Warna Pilihan

Persaudaraan

Jangan benci atau menghina saudaramu. Apalagi karena beda pilihan, beda pandangan. Jangan benci, janganlah membenci saudaramu karena soal politik.

Siapapun jika bersaudara, tentu harus lebih banyak rasa kasih sayang. Bukan rasa benci.

Lantas, mengapa harus membenci? Bukankah kita percaya.

Bahwa tidak ada satupun saudara yang mau berbuat kerusakan kepada kita sekalipun… Maka, jangan benci saudaramu.

Saudara kita itu manusia juga. Dan setiap orang pun pasti punya sisi lemah. Punya kelemahan, punya kekurangan. Itu semua sangat manusiawi. Lumrah tapi tetap harus diperbaiki…

Kalau saudara kita lemah, itu bukan berarti kita yang kuat..? Kalau saudara kita salah, itu juga bukan berarti kita benar..?.

Mungkin, itu kehendak-Nya. Maka, jangan benci saudaramu …

Kalau tidak mampu mencintai. Ada baiknya pula untuk tidak membenci. Karena, kita tidak pernah bisa paksa orang lain untuk suka. Kita gak bisa paksa orang lain sama dengan kita. Itu lumrah dan manusiawi…

Lalu, kenapa ada saudara kita yang membenci kita..?

Mungkin, karena dia masih bergulat dengan hawa nafsu. Masih cinta pada dunia yang berlebihan. Dia tidak sedang hidup untuk akhirat. Tapi hidup untuk dunianya…

Tapi, bila ada orang lain membenci kita. Biarlah, itu urusan mereka. Dan sama sekali bukan urusan kita. Apa yang diperbuat, biarlah menjadi urusan dia sendiri. Karena apapun, pada akhirnya sesuai dengan yang diperbuatnya. Itu pasti …

Jangan benci saudaramu… Kita perlu merendah walau bukan berarti untuk direndahkan. Kita memang perlu mengalah walau bukan berarti untuk dikalahkan. Kita hanya ingin tetap 'eling', tetap sadar. Bahwa kita, belum tentu lebih baik dari mereka….

Jangan benci saudaramu karena politik, jangan ada lagi benci di antara kita. Jangan ada caci-maki di dekat kita …

Yang sudah biarlah berlalu. Yang akan datang biarlah untuk tetap lebih baik. Sudah cukup, jangan benci saudaramu !!

Untuk itu, kita tidak boleh membenci satu sama lain dan tetaplah berbuat baik terhadap sesama.

Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah SWT dalam surah al-Baqarah (2) : 195:

"Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran (hal yang keji, buruk), maka hendaklah dia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Kalau tidak sanggup, maka dengan hatinya. Dan itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR Muslim)

Penulis : Anugrah Prastyo (Arek Suroboyo)

Image
Sambangi Siswa SMU Nisel, Taruna Satlat KJK Ajak dan Promosikan AAL

Sambangi Siswa SMU Nisel, Taruna Satlat KJK Ajak dan Promosikan AAL

sambangi SMA Nias Selatan (Nisel) untuk mempromosikan dan mengajak muda mudi terbaik Nias untuk bergabung menjadi Taruna AAL,