Kak Harris dan Komunitas Surabaya Barat Ajak Anak-anak Melestarikan Hutan Lobre Melalui Dongpukis

Kak Harris dan Komunitas Surabaya Barat Ajak Anak-anak Melestarikan Hutan Lobre Melalui Dongpukis

Kak Harris bersama Komunitas Surabaya Barat mengadakan Dongpukis di Hutan Lobre

Liramedia.co.id, Surabaya - Masyarakat Kota Surabaya mungkin tidak banyak mengetahui keberadaan Hutan Lobre di wilayahnya. Hutan Lobre ini punya daya pikat wisata yang cukup menarik, namun belum dioptimalkan promosinya.

Mendatangi Hutan Lobre, Anda akan disuguhi oleh pemandangan yang asri. Hijau dedauan dan aneka satwa bakal ditemui di Hutan Lobre ini.

Konon, awal mula keberadaan Hutan Lobre ini berasal dari nenek moyang, dan di hutan itu banyak sekali burung kolibri. Lalu hutan itu dinamakan Hutan Lobre.

Patut disayangkan, masyarakat tidak bisa melihat burung kolibri karena sudah punah. Yang tersisa ialah Hutan Lobre, yang bisa jadi lokasi wisata di dalam Kota Surabaya.

Pengunjung Hutan Lobre bisa melihat langsung binatang liar yang berkeliaran. Seperti ular, musang albino, aneka burung, dan lain-lain.

Keberadaan Hutan Lobre dan satwa yang ada di dalamnya harus dilestarikan.

Untuk itu, pendongeng nasional, Harris Rizki atau dipanggil Kak Harris bersama dengan Komunitas Surabaya Barat mengadakan kegiatan Dongpukis (Dongeng, Puisi, dan Melukis). Peserta dari Dongpukis ini adalah masyarakat dan anak-anak.

Mereka diajak untuk melestarikan hutan dan alam dengan tidak merusaknya. Dongpukis digelar pada Sabtu (17/10/2020) bertempat di tengah Hutan Lobre. Melalui Dongpukis, anak-anak bisa lebih kenal dengan alam terutama Hutan Lobre.

"Ada tiga kegiatan seni yang kami gelar hari ini. Kami ingin mengalihkan perhatian anak-anak dari gawai dan berinteraksi dengan alam," kata Amat Mulyono, Ketua Komunitas Surabaya Barat, disela acara.

Lewat kegiatan Dongpukis, kata Amat, pihaknya ingin mengenalkan keberadaan Hutan Lobre yang tak banyak diketahui warga Surabaya, terutama anak-anak. Tak cuma itu saja, melalui kegiatan ini pula, Amat ingin mengajak anak-anak untuk mencintai alam.

"Kenalan dengan hutan Lobre, kalau sudah kenal kita pasti akan sayang dan nantinya akan berusaha untuk menjaga kelestariannya," harap Amat.

Harris Rizki atau yang lebih dikenal dengan Kak Harris membawakan dongeng tentang bunga Tabebuya. Tanaman ini banyak dijumpai di Hutan Lobre dan lebih dikenal warga sekitar dengan nama pohon jowar.

"Jadi saya ingin mengajak anak-anak untuk menjaga kelestarian bunga Tabebuya atau pohon jowar disini," ujar Kak Harris.

Sayangnya saat acara Dongpukis digelar, pohon jowar sudah melewati masa mekarnya. Mekarnya September kemarin, dan bunganya berwarna ungu. Meski sedang tidak mekar, namun tak mengurangi antusiasme anak-anak yang mengikuti acara tersebut.

Puan Kinasih (8 tahun) misalnya. Siswi kelas 3 SD Petra 11 ini terlihat bersemangat menjelajah hutan Lobre.

"Diajak ayah ke sini. Senang bisa ikut, bisa berpetualang," ujar Puan.

Hutan Lobre sendiri terletak di kawasan Surabaya Barat, tepatnya di perbatasan Kecamatan Dukut Pakis dan Sukomanunggal. (*)

Reporter : Syamsul Arifin

Image
Gubernur Jatim Dukung Program Sejuta IT Preneur

Gubernur Jatim Dukung Program Sejuta IT Preneur

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendukung penuh rencana kerjasama antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Jawa Timur dengan Maspion IT.