Kasus Dugaan Ancaman dengan Sajam di Polsek Talango Naik ke Penyidikan

Kasus Dugaan Ancaman dengan Sajam di Polsek Talango Naik ke Penyidikan

Deny Aditya Gunawan

Liramedia.co.id – Laporan Deny Aditya Gunawan (24 tahun) ke Polsek Talango atas ancaman dengan kekerasan menggunakan senjata tajam (sajam) yang menimpa dirinya dinaikkan ke tingkat penyidikan oleh Polsek Talango, Polres Sumenep. Laporan Deny tersebut disampaikan ke SKPT Polsek Talango pada Sabtu 11 Juli 2020.

Atas perkembangan kasusnya tersebut, Deny sangat berterima kasih kepada Polres Sumenep dalam hal ini Polsek Talango. Adapun yang Terlapor ialah pria berinisial Id (54 tahun), warga Desa Talango, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep.

“Saya diberitahu bahwa pada 30 Desember kemarin kasus yang saya laporkan dinaikkan ke tingkat penyidikan oleh Polsek Talango. Saya senang karena ada perkembangan setelah menunggu beberapa lama. Terlapor dijerat pasal 335 ayat 1 huruf 1e KUHP,” kata Deny, Sabtu 2 Januari 2020.

Deny mengungkapkan, ancaman yang dialaminya terjadi pada Sabtu, 11 Juli 2020 sekitar jam 16.52 WIB. Saat itu, dirinya baru pulang kerja bersama Amanda, teman sekantornya. Menurut Deny, dalam perjalanan pulang, dia dan Amanda sedang bercanda, yang isi candaan tersebut mengenai di tempat kerjanya ada orang bisu yang mau beli barang di gudang. Deny kepada Amanda saat itu meniru gaya bicara seorang tuna wicara saat mau beli barang di gudang tempatnya bekerja.

Tetapi tiba-tiba, Vina dan Filda, tetangga rumah Deny Aditya merasa tersinggung dengan candaan antara Deny Aditya dengan Amanda. Lalu mereka mengolok-olok Deny Aditya dengan kata-kata yang tak pantas, yaitu “Hitam, rongsokan, rakyat jelata”.

Karena merasa candaan itu tidak ditujukan kepada Vina dan Filda yang merupakan tetangga Deny Aditya, maka Deny Aditya hanya tersenyum mendapat kata-kata olokan Vina dan Filda. Sesaat kemudian, orangtua dari Vina dan Filda berinisial Id (Terlapor) keluar rumah, dan menantang Deny Aditya untuk berkelahi. Tantangan itu tidak dihiraukan oleh Deny Aditya. Karena merasa dihiraukan, Id kembali mengancam Deny Aditya dan bilang, “Tunggu disitu”.

Mendengar kata-kata itu, Deny Aditya menjawab, “Ya saya tunggu''.

 Mendapati jawaban itu, Id semakin naik pitam. Dia mengambil sebongkah batu, lalu akan melemparnya ke Deny Aditya sambil bilang, “Mau saya lempar.”

 Deny Aditya menjawab lagi, “Iya, lempar''.

Mendengar jawaban itu, anak Id bernama Vina turut ikut campur dan bilang ke ayahnya, “Ditantang walet (Abah)”.

Karena hasutan dari Vina, Id meminta kepada anaknya tersebut supaya diambilkan sadek (celurit).

Mendengar itu, Deny Aditya bilang “ya,ambil”.

Id lalu mengambil clurit dan langsung lari menuju pekarangan rumah Deny Aditya. Dia menodongkan clurit tersebut seakan mau membacok Deny Aditya. Melihat keributan itu, ada orang yang hendak menghalangi Id supaya tidak membacok Deny Aditya. Tapi, Id kalap, hingga orang yang mau menghalangi aksi Id terluka akibat jatuh didorong Id.

“Orang yang menghalangi aksi Id itu bernama Uus dan Joni. Jika tidak ada Uus dan Joni, kemungkinan besar saya akan luka atau terbunuh oleh sabetan clurit Id,” kata Deny bercerita kronologisnya.

Kanitreskrim Polsek Talango, Aipda Joko Dwi Heri mengatakan, rencananya selanjutanya, Pihak Polsek Talango akan memanggil saksi-saksi dan Terlapor. (did)

 

Image
Asyik, Siswa Sekolah Bakal Dapat BLT Rp 2,4 Juta

Asyik, Siswa Sekolah Bakal Dapat BLT Rp 2,4 Juta

Siswa dan siswi sekolah, mulai dari pendidikan Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dapat bantuan langsung tunai (BLT).