Kisah Seorang Nasabah Prudential, Merasa Dikecewakan Hingga Gebrak Meja di Depan Salesnya

Kisah Seorang Nasabah Prudential, Merasa Dikecewakan Hingga Gebrak Meja di Depan Salesnya

Kartu member nasabah Prudential milik Wusmin Tambunan

Liramedia.co.id, JAKARTA - Perasaan kecewa terhadap perusahaan asuransi, PT Prudential Life Assurance, diungkapkan oleh Wusmin Tambunan. Melalui akun facebook-nya, nasabah Prudential dengan nomor polis 73486788 ini memposting kronologi saat dirinya dikecewakan oleh Prudential.

Postingannya itu ditulis pada 25 Februari 2020 pukul 12.56. Pria yang pernah bekerja di Pemda Purwakarta ini menceritakan tentang hak yang didapatnya tidak sesuai dengan keterangan sales Prudential saat menawarkan menjadi nasabah.

Wusmin Tambunan

Wusmin menerangkan, dia sudah hampir 10 tahun menjadi nasabah Asuransi Prudential dengan iuran sebesar Rp. 1.500.000,00/bulan. Artinya sudah hampir mencapai Rp. 180.000.0000 uang yang disetornya untuk asuransi kesehatan dan investasi.

"Sebelumnya saya tertarik masuk asuransi, karena menurut sales Prudential, saya hanya membayar iuran sampai saya umur 56 tahun (pensiun ASN). Karena iuran dibagi 2 (dua) bagian, yaitu Kesehatan dan Investasi. Uang investasi dapat diambil saat usia pensiun atau tetap diinvestasikan. Setelah 10 tahun (pensiun), saya tidak lagi membayar iuran asuransi Kesehatan walaupun uang investasinya ditarik dan Prudential akan tetap menjamin asuransi kesehatan sampai masa tua saya," jelas pria alumnus STIAMI Jakarta ini.

Lanjut Wusmin, "Karena saya juga pernah membaca di media adanya nasabah Prudential di Sukabumi yang merasa ditipu, pada Kamis, 20 Februari 2020, saya mendatangi kantor Prudential Purwakarta, untuk sekedar meminta informasi."

Kata Wusmin, ada 3 poin penjesalan dari pihak Prudential. Yaitu, pertama jumlah uang investasinya di Prudential berjumlah sekitar Rp 90.000.000. Nilai itu sudah termasuk hasil investasi yang dikelola oleh Prudential.

"Kedua, kalau uang investasi saya tarik semua, saya tidak lagi dijamin asuransi kesehatannya oleh Prudential (putus hubungan). Ketiga, kalau mau tetap ditanggung oleh Prudential, maka tabungan investasi tersebut agar disisakan sebagian atau seluruhnya untuk iuran bulanan dan nanti pihak Prudential akan mengambil dari tabungan investasi," ujarnya.

"Atas penjelasan yang bertolakbelakang tersebut, dengan penjelasan sales yang dulu 'merayu' saya jadi nasabah Prudential, (maaf) saya langsung emosi dan menggebrak meja karena saya menilai Prudential wanprestasi (ingkar janji). Terlebih ibu yang menerima saya ternyata bukan orang Prudential langsung, melainkan sales dengan pola multi level marketing," lanjut Wusmin.

Untuk itu, Wusmin meminta agar orang Prudential menjelaskan lebih rinci karena kesalahan sales tetap merupakan tanggungjawab hukum pihak Prudential sebagai Badan Hukum.

"Mereka telah meminta nomor kontak saya, namun hingga tulisan ini saya buat pihak Prudential belum menghubungi saya," kata Wusmin.

Atas dasar hal tersebut, Wusmin menghimbau kepada masyarakat pada umumnya agar jangan tergiur masuk asuransi Prudential.

Alasannya, kata Wusmin, "Mereka mengelola tabungan investasi kita hanya untuk dinikmati mereka, sedang uang kita tidak bertambah walaupun dikelola pihak asuransi melalui investasi. Sayapun merasa sangat menyesal masuk Prudential dan akan menarik uang investasi saya".

Wusmin juga meminta agar OJK memeriksa Prudential.

"Mohon OJK periksa Prudential. Jangan sampai muncul Jiwasraya yang kedua," ungkapnya.

Hingga kini, pihak Prudential saat dikonfirmasi melalui email belum memberikan jawaban. (did)

Image
Ada Kelebihan Bayar dari Proyek Gapura Kantor Bupati Mojokerto

Ada Kelebihan Bayar dari Proyek Gapura Kantor Bupati Mojokerto

Tender Belanja Modal Gedung dan Bangunan - Pengadaan Bangunan Gedung Kantor - Pekerjaan Konstruksi Gapura dan Pagar Lingkup Kantor Bupati Mojokerto te

Sisi Lain H Maskuri, Selain Rektor Unisma Juga Pengusaha Pertanian

Sisi Lain H Maskuri, Selain Rektor Unisma Juga Pengusaha Pertanian

Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si, dilantik sebagai Rektor Universitas Islam Malang (Unisma), pada Sabtu 1 Desember 2018. Dia dilantik untuk periode 2018-202