Limbah Cair Diduga dari PT JeBe Koko Timbulkan Aroma Menyengat

Limbah Cair Diduga dari PT JeBe Koko Timbulkan Aroma Menyengat

Aktivis lingkungan mengambil sampel limbah cair diselokan samping PT JeBe KOKO. Inzet : sampel limbah cair

Liramedia.co.id, GRESIK – Aktivis lingkungan yang tergabung dalam Garda Mencegah dan Mengobati (GMDM) DPK Gresik menemukan adanya limbah cair di selokan samping pabrik coklat PT JeBe KOKO, di Jalan Raya Manyar KM 25, Kawasan Industri Maspion Blok SE, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur.

Menurut Supanji, dirinya mendapat laporan dari warga bahwa tercium aroma menyengat yang diberasal dari selokan di samping PT JeBe KOKO. Setelah ditindaklanjuti, aroma tak sedap itu bersumber dari limbah cair. Supanji kemudian menelusuri asal limbah cair itu.

Kecurigaan pun mengarah ke pabrik PT JeBe KOKO yang berada tepat disamping selokan itu. Benar saja, Supanji menemukan sumber limbah dari pabrik yang berdiri sejak tahun 2012 ini.

Untuk menguatkan datanya, Supanji mengambil sampel limbah di selokan samping PT JeBe KOKO. Dari sampel itu, kata Supanji, limbah itu berwarna hitam pekat, baunya menyengat hingga menyesakkan pernafasan.

Tidak hanya di satu titik, di sepanjang selokan itu airnya berwarna keruh diduga sudah bercampur limbah cair. Supanji khawatir, saat musim hujan tiba dan limbah cair ini bercampur air hujan, maka akan sangat membahayakan lingkungan dan warga sekitar.

Dikatakan Supanji, PT JeBe KOKO ini tidak hanya sekali saja mendapat masalah terkait limbah dengan warga. Beberapa tahun sebelumnya, anak usaha PT JB Foods yang berbasis di Singapura ini pernah tutup sementara karena didemo oleh warga akibat limbah cair yang tidak dikelola dengan baik.

“Dengan adanya temuan ini, kami berharap DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Gresik atapun dari Polres Gresik  bisa meninjau langsung keberadaan limbah cair diduga B3 ini disamping PT JeBe KOKO. Jika tidak ada tindakan tegas, maka perusahaan tidak akan mempedulikan lingkungan, dan hanya mementingkan keuntungan saja,” tegas Supanji, aktivis GMDM DPK Gresik, Sabtu 26 September 2020.

Dikonfirmasi pada Sabtu (19/9/2020) lalu, manajemen PT JeBe KOKO hingga berita ini ditayangkan masih bungkam. Konfirmasi secara tertulis yang diterima Kasiadi dari PT JeBe KOKO pada Sabtu siang (19/9/2020), tidak ada keterangan dari perusahaan yang pernah berhenti produksi selama seminggu akibat didemo warga karena limbah B3.

Saat itu pada Jumat (13/7/2018), ribuan warga Kecamatan Manyar, Gresik demo PT Jebe KOKO. Mereka mendatangi pabrik tersebut karena dianggap menimbulkan bau tidak sedap dan bau limbah yang menyengat hidung.

Sambil membentangkan poster bertuliskan 'Jangan Cemari Pernafasan Kami, Kami Datang Rindu Tapi Karena Bau Tidak Sedap', warga yang terdiri dari pria, wanita, dan anak-anak ini berorasi di depan PT JeBe KOKO menuntut agar perusahaan bisa menghilangkan bau tidak sedap yang selalu muncul setiap hari.

Dalam kesepakatan tersebut, pendemo menginginkan PT JeBe KOKO berhenti beroperasi sebelum menyelesaikan persoalan limbah yang mencemari lingkungan itu.

Saat itu, General Affairs & External Relations PT Jebe KOK, Ditya Rahmawati, mengatakan, limbah bau itu berasal dari aroma cocoa yang sedikit asam (kecut) pada saat diproses tidak dapat dihindarkan karena karakter natural dari cocoa, namun masih dalam ambang batas kesehatan. 

Setiap semester, manajemen PT JeBe KOKO melakukan pemeriksaan terhadap limbah yang dihasilkan oleh perusahana di tempatnya bekerja. (*)

Reporter : Basuki

Image
3 Materi Pelajaran Olahraga untuk Jaga Kebugaran Murid

3 Materi Pelajaran Olahraga untuk Jaga Kebugaran Murid

para guru olahraga tampaknya harus menghadapi tantangan lainnya, sebab pendidikan jasmani umumnya menuntut pertemuan langsung