LMBN NKRI Menggelar Sarasehan ”Kedaulatan Air Bersih”

LMBN NKRI Menggelar Sarasehan ”Kedaulatan Air Bersih”

Aktivis, TNI, kepolisian, Pemerintahan, dan tokoh masyarakat usai acara Sarasehan “Kedaulatan Air Bersih”

Liramedia.co.id, MOJOKERTO – Maraknya galian C illegal dan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) mengancam kesehatan lingkungan, yang berdampak terhadap menurunnya kualitas air di sungai dan air tanah.

Kondisi itu memicu keprihatinan dari sejumlah aktivis dan aparat di Mojokerto. Oleh karena itu, Laskar Majapahit Benteng Nusantara Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI (LMBN NKRI) menyelenggarakan sarasehan “Kedaulatan Air Bersih”, di Padepokan Rajasa milik Gus Amin, di Desa Klinterejo, Kecamatan Brangkal, Kabupaten Mojokerto, pada Selasa 31 Oktober 2017.

Acara yang dimulai pukul 19.00 sampai 23.00 WIB dihadiri sekitar 107 peserta, dari elemen LSM (lembaga swadaya masyarakat) seperti LIRA Mojokerjo, Edy Taufiq R dari Bakesbangpol Mojokerto, Dinas Pendapatan Mojokerto, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kapolsek Brangkal, dan wartawan.

Di acara itu, Edy Taufiq berpesan agar seluruh elemen masyarakat tetap menjaga kekompakan dan saling sinergi dengan dinas terkait di Mojokerto.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) DPD Mojokerto, Arif Yulianto meminta agar penegakan hukum khususnya di wilayah Mojokerto ditegakkan seadil-adilnya.

Selama ini, dari pandangannya penegakan hukum di Mojokerto banyak kelemahan. Misalnya koordinasi antar instansi kurang optimal, dan banyak oknum yang tebang pilih. Dan lagi, beberapa kasus masih jalan di tempat.

Dia juga menyebutkan, penebangan ilegal di hutan masih marak terjadi, yang berakibat pada erosi. Ujung-ujungnya, akan menimbulkan banjir. Parahnya lagi, saat musim kemarau, sumber air mengering, seperti yang terjad pada musim kemarau tahun ini dimana beberapa daerah di Mojokerto mengelami kekeringan.  

“Kami harap, galian C di Mojokerto khususnya di Kecamatan Ngoro ditertibkan, dan jangan tebang pilih. Supaya tidak terjadi kerusakan lingkungan yang lebih parah, dan timbul korban jiwa seperti yang belum lama ini terjadi,” kata Arif.

“Dalam 10 tahun ke depan, kasian anak cucu kita jika galian C itu tidak ditertibkan. Dengan penertiban itu, Mojokerto akan bisa bebas banjir, dan lingkungan kita diselamatkan,” lanjut Arif. (Arf Y)

 

Image
Saung Angklung Udjo Buka Donasi Demi Eksistensi Kesenian Angklung

Saung Angklung Udjo Buka Donasi Demi Eksistensi Kesenian Angklung

Saung Angklung Udjo bernasib kurang baik akibat pandemi covid-19, dan terancam tutup permanen. Hal ini dikarenakan selama masa pandemi covid-19