Mengenang Untung S Radjab, Jenderal Polisi yang Hobi Nulis Buku dan Tak Suka Dipanggil Bos

Mengenang Untung S Radjab, Jenderal Polisi yang Hobi Nulis Buku dan Tak Suka Dipanggil Bos

Untung S Radjab

Liramedia.co.id - Meninggalnya Irjen Pol (Purn) Untung Suharsono Radjab menyisakan kenangan yang mendalam bagi masyarakat terutama orang yang pernah ditolongnya. Pria yang pernah menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur dan Kapolda Metro Jaya ini meninggal dunia pada Rabu (13/1/2021) pukul 23.40 WIB, setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.

"Orangnya tegas, ramah. Family-ku pernah minta tolong beliau waktu ada kendala di salah satu Polda saat dikerjain oknum Polisi. Diberesin sama beliau. Beliau mantan petinggi di Kabareskrim. Al Fatihah buat Pak Untung Radjab," kata Dendy, salah satu wartawan media nasional, mengenang Irjen Pol (Purn) Untung S Rajab, Kamis (14/1/2021).

Jenazah Untung S Radjab disemayamkan di rumah duka di jalan Gayungsari Timur no. 12, Surabaya. Dia dimakamkan di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, tepatnya di salah satu pondok yang didirikannya.

Untung S Radjab lahir di Kota Medan pada 8 Oktober 1954. Alumnus Akpol tahun 1977 ini pernah menjabat sebagai Kapolda di sejumlah Provinsi.

Setelah pensiun, Irjen (Purn) Untung S Rajab memilih menghabiskan waktu dengan beribadah dan kumpul bersama keluarga. Sesekali mantan Kapolda Metro Jaya ini menghabiskan waktu untuk hobinya, yaitu menulis buku.

Salah satu bukunya berjudul 'Belajar Menertawakan Diri Sendiri' yang ditulis Ahmad Bahar, yang diluncurkan pada 4 November 2012. Buku itu berisikan tentang pengalaman-pengalaman unik dan lucu yang dialami Untung S Rajab selama dan sebelum menjadi Polisi.

Selain itu, Untung S Rajab juga menulis buku berjudul 'Polisi yang Elegan'. Juga ada buku berjudul " Aku Hanyalah..".

"Saya pernah menulis dalam majalah. Polisi ada jiwa pedagang, mencari keuntungan terus dengan menunggu setoran dari anak buahnya. Lalu ada juga jiwa polisi yang mencari kekuasan kalau tidak dihormati marah, tetapi ada polisi yang jiwanya Polisi. Karena dia sadar sedang menjalankan ibadah kepada Allah SWT," kata Untung selepas upacara Sertijab di Mapolda Metro Jaya, saat aktif di Kepolisian.

Dilansir dari detikcom, dalam buku 'Belajar Menertawakan Diri Sendiri' disebutkan bahwa semasa jadi perwira di Kepolisian, Untung S Radjab tak suka dipanggil 'bos', 'komandan' dan lain-lain.

"(Di Polda) Kita nggak boleh manggil dia 'Bos', 'Komandan' atau apa. Dia nggak mau seakan-akan dia punya kekuasaan. Sampai sekarang saya memanggil dia 'Mas'," kata Direktur Binmas Polda Metro, saat dijabat Kombes Pol Yosi Haryoso, di acara peluncuran buku 'Belajar Menertawakan Diri Sendiri' di Gramedia Matraman, Jl Raya Matraman, Jakarta Timur, Minggu (4/11/2012) lalu.

Menurut Yosi, malah ada beberapa mantan bawahan Untung di Polda yang memanggil hanya dengan 'Tung' saja. Selain itu Yosi mengatakan Irjen Untung S Rajab merupakan orang yang tak mudah trenyuh dan tak mudah terpengaruh.

"Contohnya, waktu ada perkelahian pelajar di Jaksel. Ada yang meninggal. Akibat kejadian itu Polres Jaksel aktif melakukan razia. Kemudian ditangkaplah seorang siswi SMK kelas 3, karena terbukti membawa senjata tajam. Di saat pemeriksaan, anak itu megang tangan saya terus, menangis. Disuruh makan juga nggak mau," ungkap Yosi.

Yosi mengatakan, dia kemudian berkoordinasi dengan Untung yang saat itu masih menjadi Kapolda Metro Jaya, agar siswi tersebut segera dibebaskan. Namun beliau susah dibujuk.

"Saya tetap memaksa. Apalagi saya kan punya 3 anak perempuan. Dan akhirnya ketika siswi tersebut balik badan meninggalkan ruangan pemeriksaan, di balik seragam putihnya, di punggungnya ada tato mati. Dan ternyata setelah ditelusuri siswi itu adalah ketua geng yang berbahaya," lanjut Yosi.

Selain dikenal ramah namun tegas di Kepolisian, saat memasuki pensiun, Untung S Radjab pernah masuk dalam bursa Calon Gubernur Jawa Timur. Namun dengan tegas, Untung menyatakan bahwa dirinya tidak akan maju dalam Pilgub Jatim.

"Maka saya tidak akan mencalonkan diri sebagai gubernur. Selesai ini, saya ingin di rumah karena sudah numpuk dosa saya. Saya ingin memperbaikan hubungan dengan Allah," jelas Untung, pada menjelang Pilgub tahun 2012 silam. (did)

Image
Dana Proyek Ruang Belajar SD Diduga Dikorupsi

Dana Proyek Ruang Belajar SD Diduga Dikorupsi

Pengadaan ruang belajar di sekolah tersebut dilakukan secara swakelola. Diduga ada kerugian negara ratusan juta akibat proyek pembangunan tersebut.