Pilkada Sidoarjo

Muncul Angka 71, Gus Muhdlor Senasib dengan Bambang Haryo

Muncul Angka 71, Gus Muhdlor Senasib dengan Bambang Haryo

Ahmad Muhdlor Ali

Liramedia.co.id, SIDOARJO – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) digadang bakal menjadi partai yang bisa memenangkan calonnya di Pilkada Sidoarjo, yang akan digelar pada 9 Desember 2020. Namun, seiring dengan kehilangan sosok kuat dalam kontestasi di Pilkada Sidoarjo membuat PKB harus ekstra berjuang supaya bisa mempertahankan kemenangannya di Pilkada Sidoarjo selama beberapa periode.

Sosok kuat yang dimaksud ialah Almarhum Nur Ahmad Syaifuddin. Dia meninggal dunia sekitar pukul 15.30 WIB, pada Sabtu (22/8/2020). Meninggalnya Syaifuddin menjadi pukulan telak bagi PKB terkait dengan kontestasi Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo.

Sepeninggal Syaifuddin, PKB memunculkan tokoh muda, yakni Ahmad Muhdlor Ali. Putra KH. Agoes Ali Masyhuri, Pengasuh Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat. Ahmad Muhdlor Ali yang akrab dipanggil Gus Muhdlor berpasangan dengan Subandi, yang sebelumnya menjadi Anggota DPRD Sidoarjo dari Fraksi PKB.

Dengan demikian, pilkada Sidoarjo diikuti 3 pasangan calon, yaitu Kelana Aprilianto - Dwi Astutik, Bambang Haryo Soerkartono – Moh Taufiqulbar, dan Ahmad Muhdlor Ali– Subandi. 

Dari 3 pasangan itu, usia termuda ialah Gus Muhdlor. Saat dihitung peluangnya di Pilkada Sidoarjo berdasarkan tanggal lahir oleh Master Skill at Power In Numbers Consulting, Mariyanto, muncul angka 71. Angka 71 ini berpotensi dikhianati oleh pendukungnya.

“Gus Muhdlor ini sama dengan Bambang Haryo, saat dihitung muncul angka 71. Gus Muhdlor dalam Pilkada ini, berdasarkan angka-angka yang muncul, cuma diperalat dan suruhan orang,” kata Mariyanto.

Terlepas dari hasil hitungan itu, Mariyanto bilang bahwa hasil hitungannya berdasarkan tanggal lahir, tangkat akurasinya sampai 90%. (*)

Image
3 Materi Pelajaran Olahraga untuk Jaga Kebugaran Murid

3 Materi Pelajaran Olahraga untuk Jaga Kebugaran Murid

para guru olahraga tampaknya harus menghadapi tantangan lainnya, sebab pendidikan jasmani umumnya menuntut pertemuan langsung