Peduli Kasus Tanah Makam Pakisaji, LBH Bulan Bintang Milik Yusril Ihza Mahendra Segera Turun Tangan

Peduli Kasus Tanah Makam Pakisaji, LBH Bulan Bintang Milik Yusril Ihza Mahendra Segera Turun Tangan

Akses masuk tanah makam di Desa Pakisaji yang jadi sengketa

Malang, liramedia.co.id, - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bulan Bintang Cabang Malang, organisasi yang didirikan oleh Prof.Dr.H. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Si, merupakan salah satu lembaga bantuan hukum yang berkantor di Jl.Soekarno Hatta Kota Malang. Melihat pemberitaan di media massa yang sangat sensitif dan menggelitik hati nurani, membuat pengurus Lembaga Bantuan Hukum Bulan Bintang atau yang biasa disebut LBH BB menjadi cukup gerah.

Ditemui pada Sabtu (27/03/2021), pukul 11.00 WIB, Imam Syafi'i selaku pengurus LBH BB menyampaikan, “Kami mendengar informasi ada dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Panitia Perluasan Tanah Makam Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Untuk itu, kami akan melakukan pendalaman serta akan berkoordinasi dengan para pihak terkait dengan permasalahan ini termasuk dengan melakukan investigasi langsung ke masyarakat Desa Pakisaji yang telah dipungut biaya yang katanya untuk perluasan tanah makam tersebut. Jika ternyata benar ada pungutan liar tanpa persetujuan dan sepengetahuan Dinas Pemakaman serta terdapat penggelapan dana masyarakat, maka kita tidak akan segan-segan untuk membawa perkara ini hingga ke tingkat Polda Jawa Timur, agar semua yang terlibat segera bisa diproses."

Sebagaimana diketahui bersama, perkara ini masih jarang diketahui dan diberitakan di media massa karena belum ada proses hukum lebih lanjut atas pungutan dana yang dilakukan oleh panitia perluasan tanah makam kepada seluruh masyarakat Desa Pakisaji.

Saat dihubungi melalui sambungan telapon, kuasa hukum Ali Hartono saudara Didik Lestariyono, S.H., M.H mengatakan bahwa pihaknya masih belum tahu menahu terkait adanya LBH Bulan Bintang yang ingin ikut mengawal perkara ini.

Namun pihaknya mengapresiasi setiap LBH maupun LSM yang ingin terjun untuk membuat terang perkara tanah makam ini.

“Saya belum dihubungi oleh pengurus LBH Bulan Bintang, namun saya senang dan sangat mengapresiasi jika ada LBH maupun LSM yang ingin membuat terang permasalahan yang terjadi di wilayah Desa Pakisaji. Saya juga berharap perkara ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan, namun sayangnya tidak ada satupun dari pihak panitia yang berusaha menghubungi saya. Perlu dicatat, bahwa pungutan dana terhadap masyarakat Desa Pakisaji adalah delik biasa, jadi meskipun tanpa adanya laporan dari masyarakat, pihak yang berwajib tetap dapat memeriksa perkara ini hingga ke akar-akarnya," demikian yang disampaikan Pengacara bertubuh tinggi besar tersebut.

Tidak ada asap jika tidak ada api, sepertinya psribahasa tersebut sangat tepat untuk menggambarkan kasus tanah makam di Desa Pakisaji.

Hingga berita ini diturunkan, awak media belum mendapat informasi aktual, baik dari panitia perluasan tanah makam maupun dari pemerintah Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. (jun)

Image