Pembunuh Wanita Panti Pijat Terapis Mlirip Diringkus

Pembunuh Wanita Panti Pijat Terapis Mlirip Diringkus

Tersangka Irwanto memperagakan aksinya di depan Kapolres Mojokerto Kota, AKBP. Deddy Supriadi

Mojokerto, (Liramedia.co.id)--Setelah melakukan penyelidikan dan pengejaran hingga menyebar sketsa wajah, akhirnya anggota Resmob Satreskrim Polres Mojokerto Kota berhasil meringkus pelaku pembunuhan Ambarwati alias Santi alias Ida (40) pemijat terapis Panti Pijat Berkah Jalan Raya Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto asal Desa/Kecamatan Lohceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa-Timur, Kamis (18/2/2021).

Pelaku bernama Moh. Irwanto alias Wanto alias Togok (25) asal Dusun/Desa Wuluh, Kecamatan Kesamben, Jombang, Jawa-Timur. Data yang berhasil dihimpun mengatakan, penangkapan terhadap tersangka dilakukan sekitar pukul 17.00 WIB saat berada di rumah kampung teman isteri tersangka di Desa Takeran, Kabupaten Magetan, Jawa-Timur.

Tersangka ditangkap tim Resmob tanpa perlawanan. Polisi telah menyita barang bukti berupa, sebilah pisau dapur (bendo), 1 unit motor Honda Beat S-6110-OAG, 1 buah celana panjang jeans warna hitam, 1 buah Handphone.

Didepan petugas, tersangka mengaku melakukan aksinya karena tidak punya uang untuk membayar korban atas perbuatannya melakukan hubungan seks. Dia (tersangka) juga mengaku telah pisah ranjang dengan isterinya."Saya dua kali datang ke TKP untuk pijat terapi.

Setiap melakukan perbuatan untuk pijat terapisnya berbayar Rp. 100 ribu dan kalau berbuat seks tambah berbayar Rp. 200 ribu. Jadi total bayar Rp. 300 ribu," aku tersangka Wanto.

Kapolresta Mojokerto, AKBP. Deddy Supriadi, SiK.MiK saat press release didepan awak media mengatakan, bahwa sebelum melakukan aksinya membunuh korban, tersangka sudah menyiapkan pisau penghabisan yang dibawanya dari rumah.

"Dalam pelariannya, sesudah melakukan aksinya, tersangka pulang ke rumah dan selanjutnya kabur ke Jakarta. Karena tidak punya keluarga di Jakarta, tersangka pulang rumah lagi dan melanjutkan pelariannya ke rumah keluarganya di daerah Kabupaten Magetan. Atas perbuatanya, tersangka dijerat pasal berlapis pasal 340 KUHP dan pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati," pungkas Deddy. (Joe)

Image
Karena Sebab Ini, Oknum Pengacara Terancam Dipidanakan Kepala SMPN 1 Babat

Karena Sebab Ini, Oknum Pengacara Terancam Dipidanakan Kepala SMPN 1 Babat

Seorang oknum pengacara berinisial SE di Kecamatan Tuban, Kabupaten Lamongan, terancam dipidakan oleh Kepala SMPN 1 Babat