Pengusaha Galian C Ilegal di Mojokerto Jadi Tersangka, Terancam 10 Tahun Penjara

Pengusaha Galian C Ilegal di Mojokerto Jadi Tersangka, Terancam 10 Tahun Penjara

Bekas galian c di Mojokerto merusak lingkungan

Liramedia.co.id - Seorang pengusaha galian c tanpa izin lengkap atau ilegal dijadikan tersangka oleh Polres Mojokerto. Pengusaha tersebut bernama Yusak (40 tahun), warga Dusun/Desa Karangdieng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

Selain menangkap Yusak, anggota Polres Mojokerto juga mengamankan sejumlah alat untuk menambang, diantaranya 1 unit ekskavator merk Komatsu warna ungu tipe PC 128, 1 unit dump truk pengangkut hasil tambang jenis Mitsubhisi Ragasa nopol S 8391 UR, buku catatan penjualan hasil tambang, serta uang hasil penjualan tanah urug sebesar Rp 5,9 juta.

Adapun lokasi galian c ilegal tersebut berada di Dusun Jaringansari, Desa Karangdieng, Kecamatan Kutorejo. Penggrebekan galian c tak berizin ini dilakukan Unit Tipiter Polres Mojokerto pada Sabtu (4/4/2021) sekitar pukul 16.30 WIB.

“Tersangka Yusak kami tangkap karena melakukan penambangan tanah uruq menggunakan ekskavator tanpa mengantongi izin dari pihak berwenang,” kata Kanit Pidter Satreskrim Polres Mojokerto, Iptu Sukaca, dilansir dari beritalima.

"Tiga orang juga kami amankan sebagai saksi dalam kasus ini. Yaitu operator ekskavator, cheker tambang serta sopir truk yang membeli hasil tambang ke tersangka,” ujar Sukaca.

Kepada penyidik, Yusak mengaku telah beroperasi selama dua pekan menambang tanah urug secara ilegal. Rata-rata dalam sehari tersangka menghasilkan 15-40 rit tanah urug. Setiap rit dijual tersangka Rp 300.000.

Dengan begitu, Yusak menghasilkan Rp 4,5-12 juta sehari. Uang yang dia hasilkan sebagian untuk membayar sewa ekskavator dan mengupah sejumlah pekerjanya.

“Keuntungan bersih yang dihasilkan tersangka rata-rata Rp 600 ribu sehari,” terang Sukaca.

Akibat perbuatannya, Yusak dijerat dengan Pasal 158 UU RI nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba.

“Ancaman hukumannya 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar,” sebut Sukaca. (blm)

Image
Karena Sebab Ini, Oknum Pengacara Terancam Dipidanakan Kepala SMPN 1 Babat

Karena Sebab Ini, Oknum Pengacara Terancam Dipidanakan Kepala SMPN 1 Babat

Seorang oknum pengacara berinisial SE di Kecamatan Tuban, Kabupaten Lamongan, terancam dipidakan oleh Kepala SMPN 1 Babat