Pentas Wayang Tengul Kontemporer Digelar dI Tengah Sawah

Pentas Wayang Tengul Kontemporer Digelar dI Tengah Sawah

Wayang kontemporer di Desa Terung Wetan. (Foto : Satria Nugraha)

Liramedia.co.id, SIDOARJO - Pentas wayang unik digelar di Desa Terung Wetan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Bagaimana tidak unik, pentas wayang kontemporer ini digelar di area persawahan. Sang dalang, Ki Ompong Soedharsono (34 tahun) mengungkapkan, bahwa pada masa silam, pagelaran wayang di sawah merupakan hal yang lumrah.

“Dahulu disebut wayang tengul, yang dipentaskan di sawah setiap usai panen padi. Hal tersebut sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen yang melimpah. Namun kini, bentuk wayang maupun penyampaian harus menarik dan mengikuti perkembangan zaman agar tidak tertinggal,” tutur Ki Ompong, Jumat (27/11/2020).

Kali ini, warga kelahiran Blitar yang merupakan murid Ki Manteb Sudarsono ini mementaskan lakon ‘Wayang Srawung Sawah’.

“Ini merupakan ungkapan sesyukur, karena hasil panen padi warga sekitar berhasil baik atas restu Gusti,” terang Ki Ompong.

Pada pementasan kali ini, Ki Ompong memainkan tokoh Dewi Sri dan Dewo Sadono. Dewi Sri merupakan dewi padi, sedangkan Dewo Sadono adalah dewanya sandang. Ki Ompong juga memainkan tokoh Hasan yang merupakan simbol wayang anak-anak zaman sekarang yang mewakili kaum milenial.

“Tokoh Bagong juga selalu ada, karena Bagong merupakan bayang-bayang dari tokoh Semar. Kalau tidak dikenalkan dengan tokoh Bagong, wayang tradisi akan hilang. Maka dari itu saya sandingkan antara tokoh wayang tradisional dan dan modern agar tidak digilas zaman,” jelas Ki Ompong.

Ki Ompong menggunakan jarik untuk asesoris ‘panggungnya’ yang menurutnya merupakan lambang doa. Ia juga meletakan kendi di sebelah jarik.

“Kendi itu simbol pengendalian diri. Hubungan kita dengan Tuhan dan manusia butuh pengendalian diri,” ucap Ki Ompong.

Ki Ompong tidak menggunakan instrumen alat music apa pun. Ia cukup menggunakan mulutnya untuk tetabuhan yang Ia sebut sebagai musik CO2T. Sebagai dalang, tugas Ki Ompong tentu saja mementaskan lakon.

Selama dua bulan tinggal di Sidoarjo, Ia telah menggelar 35 kali pementasan wayang kontemporer. Ada maupun tanpa penonton, Ki Ompong tidak peduli. Ia tetap saja memainkan wayang-wayangnya.

Baginya, alam semesta merupakan penonton setia yang selalu hadir di setiap aksinya. Itu sudah cukup. (*)

Penulis : Satria Nugraha

Image
Asyik, Siswa Sekolah Bakal Dapat BLT Rp 2,4 Juta

Asyik, Siswa Sekolah Bakal Dapat BLT Rp 2,4 Juta

Siswa dan siswi sekolah, mulai dari pendidikan Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dapat bantuan langsung tunai (BLT).