Pernyataan Lengkap Kakak WSB Menyebut Risma Didukung Kekuatan Oligarki

Pernyataan Lengkap Kakak WSB Menyebut Risma Didukung Kekuatan Oligarki

KTA PDIP milik Jagad Hariseno

Liramedia.co.id, SURABAYA – Kakak kandung Whisnu Sakti Buana yang juga putera mendiang tokoh PDIP, Soetjipto, Jagad Hariseno membuat pernyataan kontroversial terkait dengan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Surabaya. Pernyataan Jagad yang disampaikan melalui rekaman audio berdurasi 04.07 menit menyebutkan bahwa Risma (Walikota Surabaya, Tri Rismaharini) didukung oleh kekuatan politik oligarki.

Dalam pernyataan itu pula, Jagad menyinggung tugas sebagai Panglima Perang di Pilkada Surabaya yang diberikan DPP PDI Perjuangan kepada Whisnu Sakti Buana. Berikut pernyataan Jagad melalui rekaman yang diterima Redaksi Liramedia.co.id.

Hari ini saya sudah mendengar pernyataan Whisnu Sakti Buana tentang posisinya sebagai Panglima Pemenangan Eri-Armuji. Risma beberapa waktu yang lalu dengan gagah berani melakukan deklarasi sebagai panglima pemenangan Eri-Armudi di Taman Harmoni, hari ini dihadapan seluruh kader PDI Perjuangan Kota Surabaya dalam rapat koordinasi pemenangan Eri-Armuji tidak hadir. Risma melarikan diri dari tanggungjawab sebagai panglima pemenangan Eri-Armuji.

Ketua DPC, Adi Sutarwijono, Ketua PDI Perjuangan Kota Surabaya yang seharusnya de facto otomatis menjadi panglima pemenangan Eri-Armuji juga tidak berani mengambil tanggungjawab tersebut.

Beberapa waktu yang lalu sudah saya sampaikan bahwa Whisnu Sakti Buana atau WS ini diperlakukan tidak manusiawi. Hari ini, Whisnu Sakti Buana atau WS ditunjuk sebagai ketua tim pemenangan Eri-Armuji. Sebagaimana yang perlu saya sampaikan bahwa ini sudah keterlaluan dan sudah tidak beretika.

Sebagai informasi bahwa Tim Relawan yang dibawah atau ditangani oleh Ketua DPC, Sdr Sutarwijono itu adalah Tim Relawan yang dikomando oleh Putra Risma yaitu Fuad. Dimana Tim Relawan ini sudah didesain identic dengan struktur partai PDI Perjuangan Kota Surabaya minima di tingkat PAC.

Beberapa waktu yang lalu saya pernah mendengar seorang Tim Relawan berapi-api menyatakan bahwa akan memenangkan Eri-Armuji dan selanjutnya dengan kemenangan Eri-Armuji akan masuk ke dalam struktur. Hari ini baru saya memahami apa maknanya.

Dengan masuknya Tim Relawan ke dalam struktur PDI Perjuangan Kota Surabaya, maka de facto DPC PDI Kota Surabaya akan dikuasai oleh putra Risma, Fuad, dimana putra satunya yaitu Eri, jika Eri-Armuji menang maka putra Risma akan menjadi Walikota. Dimana putra satunya lagi putra biologisnya akan menguasasi DPC Kota Surabaya.

Risma sudah tidak bisa kita anggap remeh atau anggap anggap enteng. Kepentingan politik Risma didukung oleh kekuatan oligarki politik dengan dukungan finansial yang cukup kuat di belakang, harus kita lawan.

Sekjen PDI Perjuangan, Mas Hasto, yang dalam sejarah Kesekjenan menorehkan prestasi 2 kali menjabat sebagai Sekjen pun tidak kuasa menghadapi kekuatan oligarki politik Risma. Maka, saya Jagad Harisono anggota PDI Perjuangan Kota Surabaya perlu membuka ini semua bahwa kepentingan Risma dengan oligarki politiknya dengan kekuatan finansial yang cukup besar perlu dilawan.

Bahwa saya menyerukan saudara-saudara yang masih setia di barisan Whisnu Sakti Buana setiap ada sejarah PDI Perjuangan Kota Surabaya amankan posisi anda. Amankan wilayah Anda. Lawan Risma, lawan Eri-Armuji. Karena kekalahan Risma, kekalahan Eri-Armuji adalah kemenangan PDI Perjuangan. Kemenangan Ibu Megawati Soekarno Putri, kemenangan sejarah PDI Perjuangan Kota Surabaya. Merdeka !

Menanggapi itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa Jagad Hariseno bukanlah kader PDIP. Hasto bahkan bisa memastikan Seno tak memiliki kartu tanda anggota (KTA) PDIP.

Ia mengatakan bahwa DPP PDIP memberikan tugas khusus kepada Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana. Whisnu didapuk menjadi 'Jenderal Perang' PDIP di Pilkada Surabaya 2020.

Sementara Jagad membantan pernyataan Hasto. Dia mengaku berstatus kader PDIP dan memiliki kartu tanda anggota (KTA).

"Bahwa pemuatan statement Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, tentang tidak adanya KTA atas nama Jagad Hariseno, tidak benar," kata Seno.

Seno juga mengaku sudah mengantongi KTA sebagai kader PDIP sejak 30 tahun yang lalu atau sejak tahun 1990. Saat DPC PDIP Surabaya masih dipimpin oleh Saleh Ismail Mukadar.

KTA itu, kata Seno, sudah diperpanjang tiga kali. Ia lalu menunjukkan bukti kepemilikan KTA, dengan tanggal penerbitan terakhir pada 19 Oktober 2017. (sam)

Image
Zenius Meluncurkan 'Zenius untuk Guru'

Zenius Meluncurkan 'Zenius untuk Guru'

Zenius mengumumkan peluncuran “Zenius untuk Guru” (ZuG), sebuah Sistem Manajemen Pembelajaran gratis yang dibuat oleh guru, untuk guru