Petani di Sampang Kesulitan Dapat Pupuk Bersubsidi

Petani di Sampang Kesulitan Dapat Pupuk Bersubsidi

Kartu Tani

Liramedia.co.id, SAMPANG - Petani Kabupaten Sampang mengaku kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Kondisi ini terjadi  pasca penerapan program Kartu Tani oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang.

Saat ini masih banyak petani yang belum menerima Kartu Tani. Bahkan ada juga yang baru mendaftar untuk masuk ke data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) tahun 2021 mendatang. Padahal, Kartu Tani tersebut sangat dibutuhkan untuk membeli pupuk bersubsidi.

Seorang petani di Desa Maduleng, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Toha (43 tahun) mengatakan, dirinya kesulitan untuk memperoleh pupuk bersubsidi karena diberlakukannya Kartu Tani.

"Para petani harus memiliki Kartu Tani supaya mudah mendapatkan pupuk. Saya sempat memiliki Kartu Tani, namun sekarang sudah tidak diaktifkan lagi,” ujar Toha, Rabu (14/10/20) pagi.

Dijelaskan Toha, adanya Kartu Tani justru mempersulit langkah petani untuk mendapatkan pupuk. Petani di daerah tidak terbiasa dengan hal seperti itu, dan banyak petani yang masih buta huruf.

Toha berharap, para petani tidak dipersulit ketika mendapatkan pupuk. Para petani di daerah jarang menggunakan modal sendiri ketika membeli pupuk. Biasanya para petani membayar pupuk setelah panen.

“Di Desa Maduleng sendiri saat ini sangat sulit untuk mendapatkan pupuk terutama untuk pupuk jenis Urea dan KCL,” tandasnya.

Sama halnya dengan seorang petani asal Desa Kebun Sareh, Mina (35 tahun). Dia mengaku, hingga saat ini dirinya belum membuat Kartu Tani. Terlalu banyak persyaratan yang harus ditempuh. Sehingga, saat ini dirinya sangat sulit untuk mendapatkan pupuk subsidi.

“Saya belum sempat membuat Kartu Tani, terlalu banyak persyaratan yang harus ditempuh. Selain itu, terlalu ribet, apalagi bagi saya yang tidak mengerti teknologi,” tandasnya.

Dia menyarankan agar pemerintah mempermudah dalam hal pengadaan pupuk bagi petani. Karena pada prinsipnya petani sangat memerlukan pupuk untuk sawah mereka.

“Tidak masalah bagi kami harga pupuk mau naik ataupun mahal. Terpenting, kami tidak ingin pembelian pupuk dipersulit karena adanya kebijakan Kartu Tani,” tegasnya. (*)

Reporter : Andika Putra A.

Image
Gubernur Jatim Dukung Program Sejuta IT Preneur

Gubernur Jatim Dukung Program Sejuta IT Preneur

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendukung penuh rencana kerjasama antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Jawa Timur dengan Maspion IT.