Pj Bupati Sidoarjo Minta Sabtu dan Minggu Layanan Dispenduk Dibuka

Pj Bupati Sidoarjo Minta Sabtu dan Minggu Layanan Dispenduk Dibuka

Hudiyono saat berbincang dengan pemohon di Dispendukcapil Sidoarjo

Liramedia.co.id, SIDOARJO -  Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil disidak Pj. Bupati Sidoarjo, Hudiyono usai menerima keluhan dari warga melalui salah satu stasiun radio. Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono langsung menuju kantor Dispendukcapil melihat langsung pelayanan di kantor itu pada Kamis, (15/10/2020).

“Saya dalam perjalanan dari Sidoarjo Barat, di mobil dengar radio ada warga menyampaikan keluhan terkait pendaftaran online di Dispendukcapil. Saya langsung ke sini untuk melihat langsung,” ujar Hudiyono di sela sidaknya.

Di sana, Pj Bupati sempat melihat langsung beberapa antrean yang ada. Termasuk berbincang dengan warga yang sedang melakukan proses pengurusan administrasi kependudukan di sana.

Di kantor Dispendukcapil memang terlihat terjadi kepadatan pemohon, Hudiyono kemudian memanggil Reddy Kusuma selaku Kepala Dispendukcapil untuk meminta penjelasan.

Dari penjelasan Reddy, penyebab padatnya pemohon karena layanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) ditutup sejak adanya pademi dan jumlah petugas layanan di loket terbatas. Ia juga menyampaikan kalau berencana membuka kembali layanan di MPP yang berada di Jalan Lingkar Timur.

“Sejak adanya pademi covid, layanan di MPP ditutup, pelayanan jadi terfokus disini. Kemudian program jemput bola juga dihentikan, karena resisten penularan covid-19. Per September 2020, MPP sudah dibuka tapi hanya layanan PTSP. Kami sudah koordinasi dengan pengelola MPP, sekarang sedang di setting antrian online-nya,” ujar Reddy.

Agar tidak terjadi kepadatan lagi, Hudiyono minta pelayanan Dispendukcapil Sidoarjo dibuka pada hari Sabtu dan Minggu agar masyarakat bisa mengurus surat meski hari libur.

“Untuk sementara bulan Oktober ini layanan ditambah hari Sabtu, di bulan November sampai Desember kita buka layanan pada Sabtu dan Minggu mulai pukul 09.00 – 13.00 WIB,” tambah Reddy.

Di lokasi itu, Hudiyono mengajak beberapa pemohon berbincang.

“Sedang mengurus surat kematian pak. Tidak banyak kok, tadi antrean cuma sekitar 5 – 7 orang. Pagi tadi saya daftar online juga mudah, kemudian datang ke sini untuk mengambil formulir,” ujar Joko Yanuar, warga Pondok Jati saat berbincang dengan Hudiyono.

Hal serupa juga diceritakan beberapa pemohon lain. Hanya saja, suasana di kantor Dispenduk Sidoarjo memang nampak penuh karena banyaknya pemohon. Tempat layanan tidak sebanding dengan volume warga yang melakukan pengurusan.

Sejatinya, layanan kependudukan sudah dipecah dengan dibukanya Mal Pelayanan Publik. Namun sejak pandemi layanan itu ditutup. Sehingga wajar jika volume di Dispendukcapil kembali membludak.

“MPP sudah tidak digunakan lagi untuk tempat isolasi, jadi dalam waktu dekat sudah bisa kita fungsikan kembali membuka layanan. Tentu semua harus tetap dengan menerapkan protokol kesehatan. Hari Sabtu dan Minggu saya minta layanan Dispendukcapil dibuka dan penerapan protokol kesehatan harus dijaga,” ujar Pj Bupati.

 

Untuk memudahkan pelayanan dan mendekatkan layanan, Pemkab Sidoarjo juga sudah membuka MPP Mini di Kecamatan Sukodono. Setelah ini, ada dua MPP Mini baru lagi di Sidoarjo Utara, Barat, dan Selatan. (*)

Image
Karena Tak Punya Ponsel, Siswa SMP Dapat Nilai Nol

Karena Tak Punya Ponsel, Siswa SMP Dapat Nilai Nol

Sungguh miris yang dialami Aditya. Salah satu siswa SMP di Jakarta Barat ini mendapat nilai nol lantaran tidak bisa mengikuti pelajaran jarak jauh via online.