Pokir DPRD Pasuruan Diibaratkan Bagi-bagi 'Kue', Rawan Dikorupsi

Pokir DPRD Pasuruan Diibaratkan Bagi-bagi 'Kue', Rawan Dikorupsi

Prima Satria Laksana

Liramedia.co.id – Aktivis LSM LIRA Jatim, Prima Satria Laksana menilai adanya kerawanan korupsi dalam dana pokok-pokok pikiran (Pokir) di kalangan anggota DPRD Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, hal itu ibaratnya bagi-bagi "kue" antara eksekutif maupun legislatif.

Anggaran yang setiap tahun "lenggang kangkung" ini mencapai ratusan miliar  rupiah, kontan jadi rebutan. Ia menduga, dalam proses penganggaran ada pemufakatan "jahat" yang didesain.

"Jadi mudah bagi penegak hukum untuk melakukan penyelidikan. Asal ada niat mengusutnya," kata Prima, Sabtu (11/9/2021).

Untuk melengkapi laporan ke aparat hukum, ia menyiapkan data dengan breakdown plotingan pekerjaan (proyek). Terkait jatah pokir, ungkap Prima, tentunya bervariasi.

"Dilihat dari jabatan seorang anggota dewan yang diembannya," imbuhnya.

Modusnya, lanjut Prima,  jatah pokir anggota dewan dikerjakan oleh rekanan yang sudah disiapkan. Dari setiap pekerjaan (Proyek) tersebut anggota dewan mendapat jatah 15 persen dari nilai pekerjaan.

Dalam APBD setiap tahun, terdapat pos anggaran pokir anggota DPRD , yang mana anggaran tersebut merupakan anggaran yang implementasinya hasil dari reses anggota DPRD Kabupaten Pasuruan.

"Periode sekarang ada ratusan miliar lebih anggaran pokok pikiran DPRD yang diimplementasikan melalui program kegiatan pembangunan dan hibah. Ini sangat mudah dalam menanganinya," cetusnya.

Ia meminta Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf, segera mengambil sikap dengan memanggil OPD-OPD terkait untuk melakukan pemerataan pekerjaan khususnya PL agar tidak dikuasi oleh pemodal.

"Jika bupati melakukan membiarkan perkara ini. Akan memperlebar peluang terjadinya gratifikasi," pungkasnya.

Sementara itu, Sudiono Fauzan, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan beberapa kali dihubungi via telepon selulernya tidak diangkat. (dik)

Image
IDI Papua Berharap Jaminan Keamanan Pada Tenaga Kesehatan

IDI Papua Berharap Jaminan Keamanan Pada Tenaga Kesehatan

Terkait situasi penyerangan, pembakaran, dan penembakan terhadap tenaga kesehatan di Puskesmas Kiwirok, Pegunungan Bintang,