Polisi Ringkus 7 Tersangka Penjual Obat Online Penggugur Janin Antar Kota

Polisi Ringkus 7 Tersangka Penjual Obat Online Penggugur Janin Antar Kota

Kapolres Mojokerto, AKBP. Dony Alexander saat press realese 7 tersangka jaringan penjual obat online penggugur janin antar kota

Mojokerto, [iramedia.co.id] -- Pasca ditangkapnya seorang wanita penggugur janin sendiri yakni, Nungki Marinda Sari (25) tinggal di rumah kos Dusun Tamansari, Desa/Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto asal Desa Bendo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa-Timur yang janinnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto dengan ditandai batu nisan dinamai Fullan, anggota Satreskrim Polres Mojokerto mengembangkan kasus tersebut dan berhasil meringkus 7 tersangka jaringan penjual obat penggugur janin melalui online antar kota sepekan lalu.

Ketujuh tersangka yang berhasil diamankan dan saat ini meringkuk di balik jeruji sel tahanan Mapolres Mojokerto yakni,

Zulmi Auliya asal Desa/Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten, Mochamad Ardian Rachman dan Rohman asal Matraman, DKI Jakarta,

Suparno asal Kecamatan Klampis, Kabupaten Brebes, Jawa-Tengah, Supardi asal Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Ernawati asal Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur dan Jong Fuk Liong asal Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.Dalam press release Senin (08/03/2021),

Kapolres Mojokerto, AKBP. Dony Alexander, SiK.MH didepan awak media mengatakan, ketujuh tersangka yang diduga merupakan jaringan penjual obat penggugur janin secara online diringkus anggota Resmob setelah kita lakukan pengembangan penyelidikan atas tertangkap kasus aksi tindakan pengguguran janin atas nama NMS.

Pengungkapan tertangkapnya 7 jaringan penjual obat penggugur janin online berawal dari pengakuan tersangka SNM kali pertama membeli obat secara online melalui tersangka Zulmi Aulia. "Tersangka SNM membeli obat penggugur janin tersebut seharga Rp. 1,5 juta dengan pembayaran melalui transfer guna mendapatkan barang tersebut.

Selain meringkus 7 tersangka, petugas juga menyita sebanyak 2292 butir obat penggugur janin jenis Cytotec yang diimpor dari Australia dan 1 unit mobil mewah merk Porche Cayene," ungkap Dony.

Atas perbuatanya, ketujuh tersangka dijerat pasal 197 Jo pasal 106 ayat 1 Jo pasal 194 Jo pasal 75 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan Subs pasal 77A ayat 1 Jo pasal 45A UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Subs pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Joe)

Image