Program Karang Werdha Sudahkah Benar-benar Membantu Anak Yatim dan Janda Tua

Program Karang Werdha Sudahkah Benar-benar Membantu Anak Yatim dan Janda Tua

Program penyaluran bantuan terhadap anak yatim dan janda tua

Oleh : Sudarsono

Ada program yang sangat perlu kita cermati dan kita lakukan kajian mengenai Karang Werdha yang dialokasikan melalui Dana Desa.

Kalau mengacu kepada tujuan dan keinginan Pemerintah Pusat dengan adanya Karang Werdha sangatlah baik, karena setidaknya bisa memberikan peningkatan kesejahteraan masyarakat utamanya Anak Yatim dan Janda tua dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari.

Jumlah dana dari masing masing desa minimalnya dalam alokasi anggaran dikucurkan rata-rata Rp 50 juta per tahun. Coba kita hitung alokasi dana se-Kabupaten Probolinggo.

Kalau jumlah desa sebanyak 325 x Rp 50 juta, total anggaran yang dikeluarkan Rp.16.250.000.000. Dari total anggaran sebesar di atas, sudahkah pelaksanaan di lapangan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menduga banyak menemukan ketidaksesuaian dalam penyaluran program Karang Werdha.

Yang sering kita jumpai di lapangan diantaranya sering kami temui masih adanya keberpihakan kepada prinsip kedekatan, diantaranya yang dekat dan atau keluarga dari perangkat desa kebanyakan yang mendapat santunan, sementara yang betul-betul berhak untuk mendapatkan program tersebut belum tersentuh.

Hal ini kemungkinan memang akan terjadi dikarenakan dalam pendataan pemanfaat tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh oleh petugas, walaupun secara aturan sudah dibentuk kepanitiaan kelembagaan untuk mengurusi serta mendistribusi kegiatan tersebut.

Tapi sering kami temukan dilapangan masih adanya penguasaan dari penguasa di desa dan masih kuatnya campur tangan dari Perangkat Desa yang menganggap Pengurus Karang Werdha tidak bisa melaksanakan tugasnya.

Dan juga sangat lemahnya Badan Permusyawatan Desa (BPD) sebagai mitra pemerintah Desa untuk mengawasi segala kegiatan kegiatan tersebut.

Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa bahwa Program Karang Werdha yang sangat baik ini, perlu untuk diawasi bersama supaya terarah dan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.

Dan BPD sebagai Lembaga pengawasan yang melekat di Pemerintahan desa harus bisa memaksimalkan fungsi kontrol, bukan hanya sebatas mengetahui dan menandatangani pertanggung jawaban yang tidak sesuak dengan pelaksanaan.

Dan tidak kalah pentingnya Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa harus mampu memfasilitasi kegiatan tersebut dengan baik agar tujuan untuk memakmurkan masyatakat bisa tercapai.

Bayangkan saja, seandainya penyaluran dana tersebut tidak tepat sasaran berapa kerugian uang negara yang seharusnya bisa mensejahterakan masyarkat miskin akan lepas dari sasaran.

Mari kita sebagai Lembaga Swadaya Masyarat setidaknya bisa menjembatani untuk memberikan arahan yang benar dalam pelaksanaannya.

*) Bupati LIRA Probolinggo

Image
Zenius Meluncurkan 'Zenius untuk Guru'

Zenius Meluncurkan 'Zenius untuk Guru'

Zenius mengumumkan peluncuran “Zenius untuk Guru” (ZuG), sebuah Sistem Manajemen Pembelajaran gratis yang dibuat oleh guru, untuk guru