Proyek Pemeliharaan Jalan di Desa Tenaru Timbulkan Debu yang Membahayakan Warga

Proyek Pemeliharaan Jalan di Desa Tenaru Timbulkan Debu yang Membahayakan Warga

Proyek pemeliharaan jalan yang belum dikerjakan membuat debu beterbangan saat kendaraan melintas

Gresik, Liramedia.co.id, - Proyek pekerjaan pemeliharaan Jalan Driyorejo - Lakarsantri tepatnya di Jalan Raya Desa Tenaru, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, yang bersumber dari APBD Kabupaten Gresik Tahun 2021, memunculkan masalah bagi warga dan pengguna jalan. Musababnya, proyek dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik, ini menimbulkan debu yang beterbangan.

Debu itu sampai ke rumah dan usaha warga, dan lebih parah lagi masjid yang berada disamping jalan raya Desa Tenaru lantainya sering penuh dari debu dari proyek jalan yang dibiarkan begitu saja. Begitu juga dengan pemilik usaha makanan yang ada di samping kanan - kiri proyek tersebut.

"Proyek penyelenggaraan jalan tersebut dikerjakan oleh CV AJP dengan nilai anggaran Rp 195,25 juta dengan nomor kontrak 762/7384/BM/437.521/2021 2021, dengan waktu pelaksanaan selama 45 hari mulai 28 Juli 2021. Sampai sekarang, masih dibiarkan belum ada kegiatan sehingga debu jalan proyek itu beterbangan ke warung warga dan kediamannya," ujar aktivis DPW Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Jawa Timur, Hamidun Inwan menanggapi keluhan warga, Rabu (22/09/2021).

Diakui Inwan, dari keterangan yang didapat di lapangan, tiap pagi dan sore, proyek jalan tersebut disiram oleh pelaksana proyek. Namun, hal itu kurang efektif, karena debu masih banyak yang beterbangan. Apalagi saat siang hari, debu akibat proyek tersebut turut menurunkan kualitas udara di sekitarnya.

Ditambah saat banyak kendaraan melintasi jalan tersebut, polusi udara bertambah karena debu-debu ekstra yang mungkin dihasilkan oleh pekerjaan jalan.

"Meski debunya cuma lokal saja di tempat itu saja, tapi efeknya berdampak sekali terhadap pencemaran udara, bahkan debunya sampai menempel ke meja makan warung disampingnya," kata Inwan.

Inwan menjelaskan, debu yang dihasilkan proyek itu cukup berbahaya jika kena hirup dan masuk saluran nafas manusia.

"Debu itu kena angin dan terdistribusi ke sana-sini. Meski disiram, itu cepat kering. Intinya, warga cuma berharap, pekerjaan itu segera diselesaikan," ujar Inwan. (Did)

Image
Bersiap Menuju Tanah Jawa, Taruna AAL Satlat KJK Bertolak Tinggalkan Nias

Bersiap Menuju Tanah Jawa, Taruna AAL Satlat KJK Bertolak Tinggalkan Nias

Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL), Tingkat III Angkatan ke-68, Satuan Latihan Kartika Jala Krida (Satlat KJK) dengan KRI Bima Suci bertolak dari Nias,

Sambangi Siswa SMU Nisel, Taruna Satlat KJK Ajak dan Promosikan AAL

Sambangi Siswa SMU Nisel, Taruna Satlat KJK Ajak dan Promosikan AAL

sambangi SMA Nias Selatan (Nisel) untuk mempromosikan dan mengajak muda mudi terbaik Nias untuk bergabung menjadi Taruna AAL,