Rekontruksi Pembunuhan Terapis Mlirip, Tersangka Peragakan 30 Adegan

Rekontruksi Pembunuhan Terapis Mlirip, Tersangka Peragakan 30 Adegan

Tersangka Irwanto saat lakukan adegan rekontruksi di TKP

Mojokerto, [liramedia.co.id] -- Pasca dilakukannya penangkapan dan pemeriksaan terhadap tersangka M. Irwanto alias Wanto alias Togok (25) asal Dusun/Desa Wuluh, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa-Timur pelaku pembunuhan tenaga terapis di Panti Pijat Berkah yang berlokasi di pinggir jalan raya Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa-Timur,

Satreskrim Polresta Mojokerto melaksanakan rekontruksi perjalan kronologi aksi pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka di lokasi yang sama, Rabu (10/03/2021).

Dengan dibantu kursi roda oleh petugas, tersangka diarahkan ke lokasi untuk melaksanakan rekontruksi dimana dia (tersangka) melakukan aksinya membunuh korban tenaga terapis bernama Ambarwati alias Santi alias Ida (40) asal Desa/Kecamatan Lohceret, Kabupaten Nganjuk Jawa-Timur.

Sebanyak 30 Adegan diperagakan oleh tersangka mulai dari datang ke TKP hingga akhirnya tersangka berhasil melarikan diri selama kurang lebih 1 bulan lamanya dan baru bisa berhasil diringkus oleh anggota tim Resmob Satreskrim Polresta Mojokerto di rumah teman mertuanya di Desa/Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Jawa-Timur.

Kapolresta Mojokerto, AKBP. Deddy Supriadi, SiK.MiK dalam press release di sekitar lokasi kejadian mengatakan, hari ini kita melaksanakan rekontruksi tindak pidana kasus pembunuhan yang terjadi pada 4 Pebruari 2021 lalu dengan tujuan untuk memberikan deskripsi tentang terjadinya tindak pidana kasus pembunuhan tersebut.

Selain itu, kita juga melakukan pengujian secara kebenaran materiil keterangan yang disampaikan oleh tersangka terhadap penyidik dan juga kita crossing apa yang diinfokan oleh para saksi di lokasi kejadian kepada penyidik.

"Sebanyak 30 adegan sudah diperagakan oleh tersangka, namun adegan krusial terjadinya peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka terhadap korban pada adegan ke 15 hingga adegan ke 23. Tersangka ini sangat kooperatif menjelaskan aksinya dalam melakukan pembunuhan terhadap korban kepada penyidik. Ini dia (tersangka) lakukan mulai dari ingin pijat hingga melakukan hubungan intim dan hingga melakukan aksi pembunuhan terhadap korban. Tersangka mengaku harus merogoh kocek Rp. 300 untuk membayar perbuatannya terhadap korban. Namun karena tak memiliki uang sama sekali, akhirnya tersangka nekat menghabisi nyawa korban," ungkap Deddy.

Masih kata Deddy, rekontruksi ini untuk meyakinkan nantinya pada saat tersangka dilakukan proses persidangan dihadapan seorang Hakim. Pada proses berjalannya rekonstruksi ini, kita juga hadirian penasehat hukum yang nantinya juga akan melangsungkan proses persidangan.

"Hingga berakhirnya proses perjalanan rekonstruksi yang dilakukan oleh tersangka, tidak ditemukan fakta baru yang artinya sesuai dengan keterangan pengakuan baik tersangka maupun saksi hingga barang bukti yang diamankan oleh penyidik saat melakukan olah TKP," pungkas Deddy. (Joe)

Image