Sempat Dinyatakan Hilang, Ternyata Pelajar SMP Digilir

Sempat Dinyatakan Hilang, Ternyata Pelajar SMP Digilir

Ilustrasi

Liramedia.co.id, BULELENG – Seorang pelajar SMP di Kabupaten Buleleng, Pulau Bali, sebut saja Sekar (14 tahun) dinyatakan hilang sejak Minggu lalu (11/10/2020) sekitar pukul 19.00 wita. Sekar keluar rumah tanpa izin orang tua dengan menggunakan sepeda motor.

Selama perjalanan, Sekar kehabisan bensin hingga kemudian bertemu dengan pria berinisial RA. RA lalu mengajak Sekar jalan-jalan dan ke rumah pelaku lainnya berinisial AC.

Disana, Sekar disekap dan terjadilan pencabulan oleh RA. Setelah RA pulang, Sekar menginap di rumah AC. Namun, Ac tak diam begitu saja. Dia juga melakukan persetubuhan dengan Sekar.

Karena kejadian tersebut, Sekar tidak berani pulang ke rumahnya. Kemudian Sekar bertemu dengan temannya ER dan diajak ke Desa Jinengdalem.

Lagi-lagi, Sekar diperkosa oleh ER. Setelah itu, Sekar diajak keluar dan ditinggalkan. Kemudian menginap di rumah yang tidak dikenal pemiliknya.

Itu pun korban juga mengalami kasus yang sama kembali menjadi korban persetubuhan. Orang tua korban yang mendapati anaknya menjadi aksi persetubuhan yang dilakukan secara bergilir, akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Unit PPA Reskrim Polres Buleleng pada Jumat (16/10/2020) lalu.

Namun, kepolisian cukup kesulitan mengungkap tabir perbuatan keji yang diduga dilakukan 10 orang pelaku. Sebab, korban yang dimintai keterangan masih alami trauma berat.

Polisi sendiri masih menyelidiki TKP pencabulan yang dialami korban. Dari hasil penyelidikan, setidaknya ada lima TKP pencabulan.

TKP pertama di Banjar Dinas Penarungan, Kelurahan Penarukan. Diduga di TKP ini 5 orang pelaku mencabuli korban secara bergiliran.

Kemudian TKP kedua hingga kelima terjadi di Alasangker, Desa Jinengdalem. Aksi pencabulan itu mulai di semak-semak, bengkel dan rumah. Aksi itu dilakukan di waktu dan tempat berbeda termasuk dengan pelaku berbeda pula.

“Sampai saat ini belum dilakukan olah TKP,” ujar Kasatreskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto.

Polisi tidak ingin proses penyelidikan kasus tersebut hanya berdasar asumsi atau dugaan. Sehingga diperlukan bukti kuat, terutama keterangan dari korban dan saksi lain. Sehingga aksi para pelaku bejat tersebut bisa segera terungkap dan diproses hokum sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami tidak bisa menduga dan belum kami pastikan (informasi pelaku pencabulan terhadap korban lebih dari 10 orang), karena korban belum bisa dimintai keterangan. Kalau soal menduga-menduga sih boleh saja, tapi tetap ada proses penyelidikan,” ucap AKP Vicky.

AKP Vicky juga menegaskan masih mendalami dugaan ada tindakan kekerasan fisik terhadap korban dilakukan oleh para terduga pelaku pencabulan.

Mengingat TKP lebih dari satu lokasi dan terduga pelaku diduga berjumlah lebih dari 5 orang.

“Kemungkinan dugaan kekerasan pasti ada. Ini kalau dilihat di satu TKP saja yang melakukan ada lebih 4 orang, TKP lain ada 2 orang, dan ada lagi. Ini masih kami dalami. Sekarang kami berharap, korban bisa segera pulih dan bisa kami mintai keterangan agar kasus ini terungkap dengan tuntas,” pungkasnya. (*)

Source : INS

Image
3 Materi Pelajaran Olahraga untuk Jaga Kebugaran Murid

3 Materi Pelajaran Olahraga untuk Jaga Kebugaran Murid

para guru olahraga tampaknya harus menghadapi tantangan lainnya, sebab pendidikan jasmani umumnya menuntut pertemuan langsung